Bibit Siklon Tropis 96W Aktif, Cek Dampaknya Buat Wilayah RI

CNN Indonesia
Selasa, 12 Mei 2026 19:30 WIB
Ilustrasi. BMKG memantau pergerakan Bibit Siklon Tropis 96W di wilayah timur Indonesia yang memicu gelombang tinggi di perairan sekitarnya. (Foto: ANTARA FOTO/ARI BOWO SUCIPTO)
Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memantau pergerakan Bibit Siklon Tropis 96W di wilayah timur Indonesia yang memicu gelombang tinggi di perairan sekitarnya.

"Bibit Siklon Tropis 96W terbentuk pada tanggal 12 Mei 2026 pukul 01.00 WIB di dalam wilayah monitoring Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta Analisis hari ini, Selasa, 12 Mei 2026, pukul 07.00 WIB," tulis BMKG dalam analisisnya, Selasa (12/5).

BMKG mengatakan pusat sirkulasi Bibit Siklon Tropis 96W berada di sekitar 9.6°L 139.4°BT, di Samudra Pasifik utara Papua.

Kecepatan angin maksimum yang terpantau saat ini 20 knot (37 km/jam) di kuadran timur sistem, dengan tekanan udara minimum 1007 hPa.

Berdasarkan pengamatan citra satelit dalam 12 jam terakhir, aktivitas konvektif bersifat fluktuatif dengan penurunan aktivitas konvektif sejak pukul 04.00 WIB.

Menurut BMKG, sebaran awan konvektif cukup masif dengan struktur dense overcast terorganisir dengan baik. Deep convection terpantau mulai berkembang kembali pada pagi hari ini di sebelah utara pusat sistem.

Berdasarkan analisis angin perlapisan sirkulasi siklonik terpantau pada lapisan permukaan hingga 850 hPa namun masih melebar.

Lebih lanjut, Bibit Siklon Tropis 96W didukung oleh aktifnya gelombang Ekuatorial Rossby, suhu muka laut hangat yaitu 28-30oC, kelembaban udara yang relatif basah di lapisan permukaan hingga 700 hPa, divergensi lapisan atas cukup kuat, vortisitas mendukung pada lapisan 850 hPa, dan vertical wind shear lemah (5 - 15 knot).

Namun, lemahnya konvergensi lapisan bawah, massa udara kering di sekitar sistem pada lapisan 500 hPa ke atas, serta kurangnya suplai angin kuat menuju ke sistem menjadi faktor penghambat perkembangan sistem lebih lanjut.

"Berdasarkan prediksi BMKG, dalam 24 jam ke depan, sistem cenderung persisten dengan kecepatan angin maksimum 20 knot, tekanan udara minimum 1006 hPa dan bergerak ke arah barat laut, sistem berada di sekitar 10.0 LU 137.7 BT," terang BMKG.

Namun, dalam 48 jam ke depan sistem ini diperkirakan melemah yang ditandai dengan pelemahan sirkulasi serta kecepatan angin maksimum.

Secara umum, bibit siklonik tropis ini berpeluang rendah untuk menjadi siklon tropis dalam 24-48 jam ke depan.

Meski demikian, bibit siklon ini berpotensi memberikan dampak tidak langsung terhadap perairan di sekitarya.

Bibit Siklon Tropis 96W berpotensi memicu gelombang laut kategori sedang atau 1,25-2,5 meter di Laut Maluku bagian utara, dan Samudra Pasifik Utara Maluku hingga Papua.

(lom/dmi)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK