Masa Peralihan, Daerah-daerah Ini Berpotensi Hujan Sepekan ke Depan
Sejumlah daerah Indonesia berpotensi masih diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga lebat dalam periode sepekan ke depan. Hal ini disebabkan oleh dinamika atmosfer yang terjadi.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), dalam laman resminya, menyatakan bahwa berdasarkan hasil analisis iklim global, kondisi El Nino Southern Oscillation (ENSO) saat ini berada pada kategori El Nino Condition, dengan nilai SOI sebesar -7,4 dan indeks NINO 3.4 sebesar +0,52.
Nilai tersebut mengindikasikan potensi penurunan aktivitas pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia, khususnya bagian timur.
"Meskipun demikian, aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) diprakirakan masih berada pada fase 3 di Samudra Hindia, dengan hasil filter spasial aktif di sebagian besar wilayah Indonesia, sehingga berpotensi mendukung peningkatan pembentukan awan konvektif di sejumlah wilayah Indonesia meskipun berada dalam El Nino Condition," tulis BMKG dalam laman resminya, dikutip Selasa (19/5).
Menurut BMKG, dalam sepekan ke depan, kondisi atmosfer di Indonesia diprediksi masih dipengaruhi oleh beberapa aktivitas gelombang tropis.
Gelombang Kelvin yang berpropagasi ke arah timur diprediksi aktif di sejumlah wilayah, antara lain; Laut Andaman, Sumatra Utara, Jambi, Selat Malaka, Laut Natuna Utara, Sulawesi bagian utara hingga Laut Maluku, Teluk Cendrawasih, dan Papua bagian utara hingga tengah.
Sementara, Gelombang Rossby Ekuatorial yang berpropagasi ke arah barat diprakirakan aktif di sebagian wilayah Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Laut Timor.
"Aktivitas gelombang tropis tersebut dapat membantu meningkatkan suplai uap air dan mendukung proses pembentukan awan hujan di wilayah yang dilaluinya," demikian keterangan BMKG.
Selain pengaruh gelombang tropis, sirkulasi siklonik yang diprakirakan terbentuk di beberapa wilayah, seperti Samudra Hindia barat Sumatra Utara, Laut Jawa bagian timur, dan Samudra
Pasifik timur laut Maluku Utara, turut mempengaruhi pola angin di sekitarnya.
Sistem ini dapat membentuk daerah konvergensi dan konfluensi di sejumlah wilayah, antara lain Samudra Hindia barat Aceh, Sumatera Utara, Jawa Timur, NTB, NTT, Laut Halmahera, Samudra Pasifik utara Maluku Utara, serta di sekitar sirkulasi siklonik tersebut.
Kombinasi antara aktivitas gelombang tropis, pola sirkulasi, belokan dan perlambatan angin, serta aktivitas konvektif yang didukung dengan kelembaban yang cukup berpotensi mendukung pertumbuhan awan hujan di wilayah-wilayah yang terdampak.
"Cuaca di Indonesia umumnya didominasi oleh kondisi hujan ringan hingga hujan lebat. Perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang," tutur BMKG.
Berikut daftar wilayah yang berpotensi hujan sepekan ke depan:
19-21 Mei
Hujan ringan-lebat
- Aceh
- Sumatra Utara
- Sumatra Barat
- Riau
- Kepulauan Riau
- Jambi
- Sumatra Selatan
- Bengkulu
- Lampung
- Banten
- DKI Jakarta
- Jawa Tengah
- DI Yogyakarta
- Jawa Timur
- Bali
- Kalimantan Barat
- Kalimantan Tengah
- Kalimantan Timur
- Kalimantan Selatan
- Gorontalo
- Sulawesi Tengah
- Sulawesi Barat
- Sulawesi Selatan
- Sulawesi Tenggara
- Maluku
- Papua Barat Daya
- Papua Barat
- Papua Tengah
- Papua
- Papua Selatan
Hujan lebat-sangat lebat
- Kepulauan Bangka Belitung
- Jawa Barat
- Nusa Tenggara Barat
- Nusa Tenggara Timur
- Kalimantan Utara
- Sulawesi Utara
- Maluku Utara
- Papua Pegunungan
22-25 Mei
Hujan ringan-lebat
- Aceh
- Sumatra Barat
- Riau
- Kepulauan Riau
- Jambi
- Sumatra Selatan
- Kepulauan Bangka Belitung
- Bengkulu
- Lampung
- Jawa Barat
- Jawa Tengah
- Jawa Timur
- Kalimantan Barat
- Kalimantan Tengah
- Kalimantan Timur
- Kalimantan Utara
- Kalimantan Selatan
- Gorontalo
- Sulawesi Barat
- Sulawesi Tenggara
- Maluku
- Papua Barat Daya
- Papua Barat
- Papua Tengah
- Papua
- Papua Selatan
Hujan lebat-sangat lebat
- Sulawesi Tengah
- Sulawesi Selatan
- Papua Pegunungan