BMKG Prediksi Jakarta dan Tangerang Berpotensi Hujan Hari Ini

CNN Indonesia
Kamis, 21 Mei 2026 07:30 WIB
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan hujan lebat akan mengguyur Jakarta hingga Tangerang pada hari ini, Kamis (21/5). (Foto: CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan hujan lebat akan mengguyur Jakarta hingga Tangerang pada hari ini, Kamis (21/5).

Berdasarkan Peringatan Dini Hujan yang dirilis BMKG untuk periode 20-24 Mei, Kota Tangerang Selatan, Jakarta Pusat, dan Jakarta Selatan berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

Sementara itu, hujan intensitas lebat hingga sangat lebat berpotensi mengguyur wilayah seperti Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Timur, Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, serta Kepulauan Seribu.

Data BMKG menunjukkan tidak ada potensi hujan dengan intensitas ekstrem atau angin kencang pada hari ini.

Sejumlah wilayah Indonesia saat ini masih berada dalam masa peralihan menuju musim kemarau, termasuk sejumlah wilayah Jakarta.

Berdasarkan hasil analisis iklim BMKG, kondisi El Nino Southern Oscillation (ENSO) saat ini berada pada kategori El Nino Condition, dengan nilai SOI sebesar -7,4 dan indeks NINO 3.4 sebesar +0,52.

Nilai tersebut mengindikasikan potensi penurunan aktivitas pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia, khususnya bagian timur.

"Meskipun demikian, aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) diprakirakan masih berada pada fase 3 di Samudra Hindia, dengan hasil filter spasial aktif di sebagian besar wilayah Indonesia, sehingga berpotensi mendukung peningkatan pembentukan awan konvektif di sejumlah wilayah Indonesia meskipun berada dalam El Nino Condition," tulis BMKG dalam laman resminya, dikutip Selasa (19/5).

Menurut BMKG, dalam sepekan ke depan, kondisi atmosfer di Indonesia diprediksi masih dipengaruhi oleh beberapa aktivitas gelombang tropis.

Gelombang Kelvin yang berpropagasi ke arah timur diprediksi aktif di sejumlah wilayah, antara lain; Laut Andaman, Sumatra Utara, Jambi, Selat Malaka, Laut Natuna Utara, Sulawesi bagian utara hingga Laut Maluku, Teluk Cendrawasih, dan Papua bagian utara hingga tengah.

Sementara, Gelombang Rossby Ekuatorial yang berpropagasi ke arah barat diprakirakan aktif di sebagian wilayah Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Laut Timor.

"Aktivitas gelombang tropis tersebut dapat membantu meningkatkan suplai uap air dan mendukung proses pembentukan awan hujan di wilayah yang dilaluinya," demikian keterangan BMKG.

Selain pengaruh gelombang tropis, sirkulasi siklonik yang diprakirakan terbentuk di beberapa wilayah, seperti Samudra Hindia barat Sumatra Utara, Laut Jawa bagian timur, dan Samudra
Pasifik timur laut Maluku Utara, turut mempengaruhi pola angin di sekitarnya.

Sistem ini dapat membentuk daerah konvergensi dan konfluensi di sejumlah wilayah, antara lain Samudra Hindia barat Aceh, Sumatera Utara, Jawa Timur, NTB, NTT, Laut Halmahera, Samudra Pasifik utara Maluku Utara, serta di sekitar sirkulasi siklonik tersebut.

Kombinasi antara aktivitas gelombang tropis, pola sirkulasi, belokan dan perlambatan angin, serta aktivitas konvektif yang didukung dengan kelembaban yang cukup berpotensi mendukung pertumbuhan awan hujan di wilayah-wilayah yang terdampak.

"Cuaca di Indonesia umumnya didominasi oleh kondisi hujan ringan hingga hujan lebat. Perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang," tutur BMKG.

(lom/dmi)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK