Meta PHK Massal Karyawan Secara Global, Lebih dari 100 di Singapura
Meta melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal terhadap karyawannya di Singapura pada Rabu (20/5). PHK ini terjadi bersamaan dengan ekspansi perusahaan di bidang kecerdasan buatan (AI) yang memicu restrukturisasi.
Para karyawan yang terdampak PHK diberi tahu melalui email pada pukul 04.00 dini hari. Tak hanya di Singapura, PHK ini juga terjadi pada karyawan Meta secara global.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karyawan di Inggris, AS, dan wilayah lain juga diberitahu pada pagi hari di wilayah masing-masing pada 20 Mei. PHK massal ini diperkirakan berdampak pada sekitar 8.000 posisi secara global.
Dikutip dari Straits Times, mantan karyawan memberikan informasi bahwa lebih dari 100 posisi terkena PHK di Singapura.
Christopher Fong, salah satu pendiri platform komunitas profesional Key AI, menyelenggarakan acara jalan-jalan di Marina Bay pada Rabu (20/5) malam untuk mempertemukan mantan karyawan Meta dengan mereka yang terkena dampak gelombang PHK terbaru. Ia mengatakan lebih dari selusin orang hadir dalam acara tersebut.
"Orang-orang yang saya temui tampak sangat putus asa, dan jelas mereka merasa bingung, jadi mereka perlu mengumpulkan diri dan memikirkan langkah selanjutnya," katanya.
Anand Kumar Ramakrishnan, mantan karyawan Meta yang turut menjadi penyelenggara aksi jalan kaki tersebut, mengatakan bahwa Rabu pagi, hampir 100 orang telah bergabung dalam grup obrolan WhatsApp yang diperuntukkan bagi para alumni Meta.
"Meskipun semua orang sudah tahu sejak lama bahwa pemutusan hubungan kerja akan terjadi, hal itu tetap terasa sangat berat bagi mereka," katanya.
"Ini adalah campuran antara beban emosional dan kelebihan informasi," tambahnya.
Di LinkedIn, seorang karyawan asal Singapura yang terkena PHK dan memperkenalkan diri sebagai insinyur dukungan bisnis mengatakan bahwa ia telah di-PHK setelah hampir satu dekade bekerja di Meta.
Ia juga menyebutkan dalam postingannya bahwa ia telah menghabiskan banyak waktu untuk mengikuti pelatihan ulang di bidang AI dan mengembangkan sistem untuk timnya.
"AI akan tetap ada; tampaknya manusia tidak," tuturnya.
Karyawan lain, baik yang masih aktif maupun yang sudah tidak bekerja di Meta, juga menggunakan LinkedIn untuk menunjukkan dukungan mereka.
"Saya tahu bagaimana rasanya 28 hari ini. Saya telah melewati PHK di Meta lebih dari yang bisa saya hitung," katanya.
Gelombang PHK terbaru ini sebagian besar menimpa tim teknik dan produk Meta, dan kemungkinan akan ada PHK lagi pada akhir tahun 2026.
Dalam sebuah memo yang diedarkan pada 18 Mei, Meta mengumumkan bahwa sekitar 7.000 karyawan telah dipindahkan ke tim-tim baru yang dibentuk khusus untuk menangani inisiatif AI, termasuk produk dan agen.
Perusahaan yang telah mengalokasikan lebih dari US$100 miliar untuk belanja modal AI pada tahun 2026 ini memiliki kurang dari 80.000 karyawan pada akhir Maret, sebelum penugasan ulang dan pemutusan hubungan kerja tersebut.
(lom/dmi) Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]

