Kenapa Penentuan Iduladha Lebih Cepat Dibanding Idulfitri?

CNN Indonesia
Rabu, 27 Mei 2026 15:20 WIB
Penentuan iduladha lebih cepat dari idulfitri. CNN Indonesia/Adhi Wicaksono
Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan alasan penentuan iduladha lebih cepat dari idulfitri.

Seperti diketahui, setiap tahun iduladha dirayakan pada tanggal 10 Zulhijah. Umumnya, penentuan iduladha di Indonesia bersamaan dengan penetapan 1 Zulhijah melalui sidang isbat.

BMKG menjelaskan awal bulan Hijriah ditentukan setiap tanggal 29 dengan cara:

- Hisab: Metode yang menggunakan data dan rumus pergerakan matahari serta bulan untuk menghitung kapan hilal kemungkinan muncul.

- Rukyat: Metode pengamatan langit untuk memastikan apakah hilal benar-benar terlihat atau belum.

Selanjutnya, hasil kedua metode ini akan dibahas dalam sidang isbat Kementerian Agama.

Kriteria hilal MABIMS

Indonesia memakai kriteria MABIMS untuk mengukur hilal. Di mana hilal dianggap memenuhi imnakur rukyat (visibilitas hilal) jika:

- Tinggi hilal minimal 3°
- Elongasi (jarak sudut bulan dan matahari) minimal 6,4°.

Kalau belum memenuhi kriteria, hilal dianggap belum memungkinkan terlihat.

Kenapa idulfitri sering diumumkan mepet?

Idulfitri jatuh pada tanggal 1 Syawal. Artinya, pemerintah harus memastikan dulu kapan masuknya tanggal 1 Syawal untuk menentukan hari raya. Masalahnya, penentuan itu dilakukan di tanggal 29 Ramadan setelah matahari terbenam, jadi hasil akhirnya memang baru bisa diumumkan di malam hari.

Kenapa iduladha Bisa Diprediksi Lebih Awal

Berbeda dengan Idul Fitri, Idul Adha bukan jatuh pada tanggal 1 Zulhijah, tapi pada tanggal 10 Zulhijah. Jadi, yang sebenarnya ditentukan lewat sidang isbat adalah awal bulan Zulhijah atau tanggal 1 Zulhijah. Begitu tanggal 1 Zulhijah sudah diketahui, maka tanggal 10 Zulhijah otomatis tinggal dihitung. Itulah mengapa Idul Adha bisa diprediksi lebih awal dibanding Idul Fitri.

Peran BMKG dalam pengamatan hilal

BMKG membantu menghitung:

- Posisi Bulan & Matahari
- Tinggi hilal
- Umur bulan
- Lag, yaitu selisih waktu terbenam Bulan dan Matahari
- Fraksi iluminasi, yaitu bagian Bulan yang terkena cahaya Matahari
- Elongasi, yaitu jarak sudut Bulan dan Matahari
- Cuaca & ketebalan awan
- Visibilitas hilal, yaitu kemungkinan hilal terlihat
- Kecerlangan langit, yaitu tingkat terang langit saat pengamatan.

(mik/mik)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK