YouTube Resmi Akan Pasang Label Otomatis untuk Konten AI

CNN Indonesia
Jumat, 29 Mei 2026 08:30 WIB
YouTube siap mambil langkah tegas menyaring konten berbasis kecerdasan buatan (AI) dengan otomatis memberikan label. (AFP/Lionel Bonaventure)
Jakarta, CNN Indonesia --

YouTube menyatakan siap mengambil langkah tegas untuk menyaring konten berbasis kecerdasan buatan (AI) mulai beberapa waktu mendatang.

Anak perusahaan Google itu mengumumkan bakal mendeteksi dan menyematkan label pada konten hasil rekayasa AI secara otomatis guna memberikan informasi yang transparan kepada para penonton.

Kebijakan baru yang dirilis pada Rabu (27/5) ini mengubah aturan sebelumnya bahwa YouTube selama ini hanya mengandalkan kesadaran para kreator untuk melaporkan secara mandiri jika mereka menggunakan alat AI generatif.

"Jika kreator tidak menentukan apakah mereka menggunakan AI atau tidak, tetapi sistem kami mendeteksi penggunaan AI fotorealistik yang signifikan," jelas pihak YouTube melalui unggahan di blog resminya.

"Kami sekarang akan menerapkan label secara otomatis," penegasan YouTube seperti diberitakan AFP.

[Gambas:Video CNN]

Langkah proteksi ini sebetulnya telah dirintis sejak 2024 ketika YouTube mulai meminta kreator menandai konten tiruan mereka.

Namun, pesatnya perkembangan teknologi dalam memproduksi gambar dan video fotorealistik mendesak perubahan sistem operasional ini.

Terlebih lagi, model AI mutakhir seperti Veo 3.1 milik Google hingga Seedance besutan ByteDance selaku induk TikTok kini sudah tersedia luas dan kian sulit dibedakan dengan karya asli manusia.

Meski memperketat pengawasan, YouTube memastikan penyematan label otomatis ini tidak akan memengaruhi sistem algoritma mereka dalam merekomendasikan video kepada pengguna.

Di sisi lain, para kreator juga diberikan ruang untuk mengajukan banding atau menyanggah jika merasa konten mereka keliru atau tidak adil saat dicap sebagai produk AI oleh sistem.

Fenomena pengetatan ruang digital dari serbuan konten kecerdasan buatan ini juga mulai diikuti oleh berbagai platform global lainnya.

Belakangan, layanan pengaliran musik raksasa Spotify juga menerapkan kebijakan deteksi otomatis serupa demi membendung banjir gambar, video, hingga audio tiruan yang kini tengah membanjiri internet.

(afp/chri)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK