4 Wilayah di Jawa Terancam Krisis Air Bersih Saat Kemarau Panjang 2026

CNN Indonesia
Jumat, 29 Mei 2026 14:10 WIB
Musim kemarau melanda Indonesia, diprediksi terpanjang. DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur berisiko tinggi krisis air bersih. (Foto: Cnn Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia --

Musim kemarau mulai melanda sejumlah wilayah Indonesia, dengan puncaknya diprediksi masuk Agustus mendatang. Musim kemarau tahun ini diprakirakan jadi yang terpanjang, dengan sejumlah daerah berpotensi mengalami krisis air bersih.

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) pada Maret lalu sudah menyoroti sejumlah daerah yang berpotensi mengahadapi krisis air, terutama di Pulau Jawa.

"Jadi sebenarnya Indonesia kalau di rata-rata air itu masih aman. Tapi kalau kita lihat per pulau, per region, ini yang banyak kekurangan air ini ada di Pulau Jawa," kata Direktur Kehutanan dan Konservasi Sumber Daya Air Kementerian PPN/Bappenas Dadang Jainal Mutaqin dalam diseminasi Indonesia Environmental Outlook (IEO) 2026 pada Maret lalu, melansir Antara.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga mengungkap bahwa musim kemarau tahun ini diprediksi akan terjadi dengan sifat lebih kering dari biasanya (bawah normal) pada sebagian besar Zona Musim (64,5 persen).

Kondisi ini dapat berdampak pada terganggunya ketersediaan air bagi kebutuhan rumah tangga.

Merujuk berbagai sumber, berikut adalah empat wilayah di Pulau Jawa yang terpantau menghadapi risiko tinggi krisis pasokan air bersih:

1. DKI Jakarta

Menurut data Diseminasi Enviromental Outlook dari Bappenas, yang dilansir Antara, Jakarta menjadi salah satu wilayah di Pulau Jawa dengan isu ketersediaan air yang kritis.

Ancaman kehilangan akses air bersih di Jakarta dipicu oleh kombinasi dua faktor teknis, yaitu ekstraksi air tanah secara masif yang mempercepat penurunan muka tanah, serta polusi tinggi yang mengontaminasi sumber-sumber air permukaan.

2. Jawa Barat

BMKG memprediksi sebagian besar wilayah Jawa Barat akan memasuki musim kemarau dengan sifat hujan yang masuk dalam kategori bawah normal atau lebih kering.

Sebanyak 93 persen wilayah di Jawa Barat akan mengalami sifat hujan di bawah normal saat musim kemarau. Artinya, curah hujan bakal lebih rendah dibandingkan rata-rata normalnya, sehingga musim kemarau tahun ini lebih kering dibanding biasanya.

Wilayah yang diprediksi mengalami kondisi tersebut di antaranya Kota Bandung, Kota Tasikmalaya, Cianjur, Sukabumi, Cirebon, dan Kuningan.

3. Jawa Tengah

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah memetakan sejumlah daerah yang berpotensi mengalami kekeringan pada musim kemarau 2026.

Identifikasi wilayah rawan itu berdasarkan pengalaman kekeringan pada tahun-tahun sebelumnya, seperti Grobogan, Blora, Rembang, Sragen, Klaten, Pemalang, hingga Wonogiri.

Untuk mengantisipasi dampaknya, pemerintah daerah Jawa Tengah sudah menyiapkan cadangan air bersih hingga 123 juta liter.

4. Jawa Timur

Bappenas secara juga spesifik memasukkan Jawa Timur sebagai provinsi dengan tingkat kerawanan tinggi terhadap krisis air bersih regional.

Tekanan terhadap suplai air bersih di Jawa Timur dipengaruhi oleh tingginya alokasi sektor pertanian yang menyerap hingga 80 persen dari total volume air nasional, berkejaran dengan pemenuhan kebutuhan domestik di pusat-pusat industri selama periode defisit curah hujan.

(dmi)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK