Fenomena Bulan Purnama Berpotensi Picu Rob di Bali, Denpasar-Jembrana

CNN Indonesia
Senin, 01 Jun 2026 16:40 WIB
Wisatawan mancanegara yang terjebak banjir berfoto saat dievakuasi tim SAR menggunakan perahu karet di kawasan Seminyak, Badung, Bali, beberapa waktu lalu.
Ilustrasi. Wisatawan mancanegara (wisman) yang terjebak banjir berfoto saat dievakuasi tim SAR menggunakan perahu karet di kawasan Seminyak, Badung, Bali, beberapa waktu lalu. (ANTARA FOTO/FIKRI YUSUF)
Denpasar, CNN Indonesia --

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengungkap potensi banjir atau rob di enam wilayah pesisir Pulau Bali, yang diperkirakan terjadi pada tanggal 5 Juni 2026.

Kepala Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar Cahyo Nugroho mengatakan, adanya fenomena Bulan Purnama pada tanggal 31 Mei 2026 berpotensi meningkatkan ketinggian air laut maksimum.

"Berdasarkan pantauan data water level dan prediksi pasang surut, banjir pesisir (rob) berpotensi terjadi di wilayah pesisir Bali," kata Cahyo dalam keterangan tertulisnya, Senin (1/6).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menerangkan, potensi banjir pesisir atau rob ini berbeda waktu hari dan jam di setiap wilayah, yang secara umum berdampak pada aktivitas masyarakat di sekitar pelabuhan dan pesisir, seperti aktivitas bongkar muat di pelabuhan, aktivitas di pemukiman pesisir, serta aktivitas tambak garam dan perikanan darat.

"Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan siaga untuk mengantisipasi dampak dari pasang maksimum air laut serta memperhatikan update informasi cuaca maritim dari BMKG Wilayah III," ujarnya.

Berdasarkan pantauan data level air dan prediksi pasang surut, banjir pesisir berpotensi terjadi di enam pesisir di wilayah Pulau Bali, diantaranya:

1.Pesisir Selatan Jembrana

2.Pesisir Selatan Kabupaten Tabanan

3.Pesisir Kabupaten Badung

4.Pesisir Kota Denpasar

5.Pesisir Kabupaten Gianyar

6.Pesisir Selatan Kabupaten Klungkung.

(kid/kid) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]