Dolar AS Tembus Rp18 Ribu, Siap-siap Harga Hp Lebih Mahal

CNN Indonesia
Kamis, 04 Jun 2026 08:00 WIB
Ilustrasi. Harga ponsel di Indonesia berpotensi naik akibat melemahnya rupiah. (Foto: CNN Indonesia/Loamy Noprizal)
Jakarta, CNN Indonesia --

Harga ponsel di Tanah Air berpotensi mengalami kenaikan imbas nilai tukar rupiah yang terus melemah terhadap dolar AS. Pada Kamis (4/6) pagi, nilai tukar rupiah telah tembus di level Rp18.000 per dolar AS.

Sejumlah produk ponsel masih diproduksi di luar negeri atau setidaknya beberapa bagian di antaranya. Alhasil, dampak pelemahan nilai tukar rupiah terhadap produk-produk ini tidak terhindarkan.

Sebagai contoh, iPhone 17 Series yang masuk Tanah Air pada pertengahan Oktober lalu kini dibanderol lebih mahal saat peluncurannya. iPhone 17 kini dibanderol mulai dari Rp17,999 juta untuk varian 256GB, sementara saat dirilis dibanderol dengan harga Rp17,249 juta.

Kemudian, iPhone 17 Pro kini dibanderol dengan harga Rp24,999 juta untuk varian 256GB, dibandingkan dengan harga rilisnya di Rp23,749 juta.

Sebelumnya, GM Marketing Apple PT MAP Zona Adi Perkasa Farah Fausa Winarsih menyebut kenaikan nilai tukar dolar terhadap rupiah tentu akan berdampak pada produk-produknya.

"Kenaikan dolar (terhadap rupiah) itu kan adalah sesuatu yang enggak bisa kita kontrol. Maksudnya itu udah out of our hands lah gitu. Udah pasti akan ada efek ke dalam pricing-nya kita," tuturnya saat perilisan Macbook Neo di Indonesia, Jumat (22/5).

Namun begitu, distributor resmi Apple di Indonesia ini tidak mengungkap berapa besar penyesuaian harga yang akan diterapkan untuk produk-produk tersebut.

"Aku enggak bisa bilang secara exact percentage-nya berapa, karena dolar aja tuh setiap saat berubah-berubah. Jadi kita selalu berusaha untuk beradaptasi dengan harga tersebut," jelasnya.

Didongkrak krisis memori, diangkat dolar

Sebelum isu pelemahan nilai tukar rupiah, harga smartphone sudah lebih dulu didongkrak krisis memori global.

Sejak awal 2026, kenaikan harga ini terjadi di semua segmen, mulai dari entry-level hingga flagship. Kenaikan harga sendiri bervariasi mulai dari di bawah 10 persen hingga mencapai 25 persen.

Pada awal tahun ini, Xiaomi merilis Redmi Note 15 Series yang beranggotakan Redmi Note 15, Redmi Note 15 5G, Redmi Note 15 Pro 5G, dan Redmi Note 15 Pro+ 5G.

Semua varian mengalami kenaikan harga yang berkisar antara Rp300 ribu hingga Rp700 ribu, tergantung pada varian. Kenaikan tertinggi terjadi pada Redmi Note 15 Pro+ 5G varian 12/512GB yang kini dibanderol Rp6,799 juta dibandingkan generasi sebelumnya Redmi Note 14 Pro+ 5G yang dibanderol Rp5,999 juta.

Masih di pekan yang sama, Oppo merilis Reno 15 Series dengan anggota baru Reno 15 Pro Max, menggantikan absennya varian Pro.

Oppo Reno mengalami kenaikan yang lebih bervariasi. Varian Reno F mengalami lonjakan harga sekitar Rp400 ribu hingga Rp500 ribu, misalnya Reno 14 F varian 8/128GB dijual dengan harga Rp4,999 juta, sementara Reno 15F dijual dengan harga Rp5,499 juta.

Sementara itu, varian Reno 15 mengalami kenaikan harga yang lebih sedikit, hanya Rp200 ribu dibandingkan generasi sebelumnya.

Di segmen flagship, Samsung Galaxy S26 Series tak lepas dari dampak kenaikan harga. Jika segmen entry-level dan midrange hanya mengalami kenaikan harga ratusan ribu, segmen flagship mengalami kenaikan harga jutaan.

Samsung Galaxy S26 Series mengalami kenaikan harga mulai dari Rp1,5 juta hingga Rp3 juta dibandingkan Galaxy S25 Series.

Sebagai contoh, Galaxy S25 varian 12/256GB dijual Rp14,999 juta dan varian 12/512GB dijual Rp16,999 juta. Sementara S26 varian 12GB/256 GB dibanderol Rp16,499 juta dan varian 12GB/512 GB dibanderol Rp19,499 juta.

Laporan dari Counterpoint Research mengatakan angka pengapalan smartphone ke Indonesia anjlok 9 persen pada kuartal 2026 YoY imbas kenaikan harga tersebut.

"Meskipun perekonomian Indonesia mencapai level tertinggi dalam 14 kuartal terakhir, didorong oleh belanja pemerintah dan pergeseran musim liburan ke kuartal pertama yang meningkatkan konsumsi domestik, pasar ponsel pintar justru mengalami penurunan. Hal ini sebagian besar disebabkan oleh kenaikan harga yang berakar pada inflasi di pasar memori," ujar Senior Analyst Shilpi Jain dalam keterangannya, Rabu (20/5).

"Dampaknya terlihat jelas baik pada model lama maupun produk baru yang diluncurkan, dengan kenaikan harga berkisar antara 7 persen hingga 45 persen. Segmen entry-level menjadi yang paling terpukul, karena konsumen menunda pembelian atau lebih memilih ponsel bekas," tambahnya.

(lom/lom)


Saksikan Video di Bawah Ini:

VIDEO: Dampak Rupiah Melemah Dirasakan Warga

KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK