SpaceX Segera Melantai di Bursa, Elon Musk OTW Makin Tajir

CNN Indonesia
Kamis, 04 Jun 2026 15:16 WIB
SpaceX, perusahaan antariksa Elon Musk, siap IPO dengan target dana hingga US$75 miliar. Ini diprediksi jadi debut pasar saham terbesar dalam sejarah. (Foto: REUTERS/JOE SKIPPER)
Jakarta, CNN Indonesia --

Perusahaan antariksa milik Elon Musk, SpaceX, bersiap mencatatkan saham perdana (IPO) di bursa Amerika Serikat. Hal ini diprediksi bakal menjadi debut pasar saham terbesar sepanjang sejarah.

Melalui dokumen pengajuan pada Rabu (3/6), perusahaan bernama resmi Space Exploration Technologies Corp ini berencana menjual 555,6 juta lembar saham dengan harga US$135 per saham.

Langkah tersebut ditargetkan mampu meraup dana segar hingga US$75 miliar atau sekitar Rp1.353 triliun (asumsi kurs Rp18.046 per dolar AS).

Melansir The Guardian, jika IPO yang dijadwalkan meluncur pekan depan ini berjalan mulus, nilai pasar SpaceX diproyeksikan menembus US$1,77 triliun. Angka fantastis ini akan membawa SpaceX masuk dalam jajaran elite bursa, bersanding di bawah raksasa semikonduktor Nvidia yang saat ini memimpin dengan valuasi US$5,2 triliun.

Rencana melantainya SpaceX di bursa juga disebut-sebut bakal mengukuhkan posisi Elon Musk sebagai triliuner (dalam denominasi dollar AS) pertama di dunia. Forbes saat ini mencatat kekayaan bersih Musk berada di angka US$825 miliar, di mana US$542 miliar di antaranya berasal dari kepemilikan sahamnya di SpaceX.

Dalam aksi korporasi ini, Musk dilaporkan tidak akan menjual saham pribadinya dan tetap memegang penuh kendali atas 82,4 persen hak suara di perusahaan. Karena skalanya yang masif, saham SpaceX diperkirakan bakal langsung masuk dalam bobot besar indeks S&P 500.

Meski dikenal lewat kontrak kedirgantaraan dengan NASA dan misi ambisius membangun kota mandiri di Mars, SpaceX saat ini tercatat masih dalam kondisi merugi.

Langkah IPO ini menyusul manuver SpaceX yang mulai merambah persaingan teknologi kecerdasan buatan (AI) bersama Anthropic dan OpenAI.

Sebelumnya, SpaceX mengakuisisi xAI, perusahaan AI milik Musk, untuk membangun infrastruktur bertenaga surya guna menyuplai kebutuhan energi pusat data AI yang melonjak pesat.

Gelombang penggalangan dana besar-besaran di sektor ini sedang melanda Silicon Valley. Minggu ini, Anthropic juga telah mengajukan berkas untuk melantai di bursa, disusul OpenAI yang diperkirakan segera mengambil langkah serupa.

Di sisi lain, Alphabet selaku induk Google turut bergerak menggalang dana ekuitas sebesar US$80 miliar untuk mendanai investasi infrastruktur AI mereka.

Proses roadshow untuk menawarkan saham SpaceX kepada para investor besar dimulai sejak kemarin. Bos JP Morgan Chase, Jamie Dimon, dilaporkan akan memimpin diskusi interaktif bersama klien-klien bernilai tinggi (high net worth) untuk membahas IPO ini, didampingi Presiden SpaceX Gwynne Shotwell serta CFO Bret Johnsen.

Proyek penawaran saham perdana ini digarap oleh 23 bank investasi, dengan Goldman Sachs dan Morgan Stanley ditunjuk sebagai pemimpin penjamin emisi (lead banks), dibantu oleh bank kakap lain seperti JP Morgan, Bank of America, dan Citigroup.

(dmi)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK