Ilmuwan Berhasil Buat Peta Medan Magnet Alam Semesta Terbesar

CNN Indonesia
Jumat, 05 Jun 2026 11:25 WIB
CSIRO dan SKA Observatory berhasil buat peta medan magnet alam semesta terbesar (Foto: CSIRO/Alec Thomson etal./Alex Cherney/SamMoorfield)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ilmuwan internasional memproduksi peta medan magnet alam semesta terbesar yang pernah dibuat. Peta ini diklaim lima kali lebih besar dari seluruh upaya sebelumnya yang digabungkan.

Peta itu mengungkap jaring kosmik tak kasat mata yang mempengaruhi cara galaksi terbentuk dan berevolusi.

Peta baru bernama SPICE-RACS dikerjakan tim internasional yang dipimpin peneliti dari CSIRO, lembaga sains nasional Australia, bersama SKA Observatory (SKAO), organisasi antarpemerintah yang tengah membangun dua teleskop radio terbesar di dunia.

Penelitian ini dimungkinkan oleh kemampuan canggih teleskop radio ASKAP milik CSIRO yang berlokasi di Inyarrimanha Ilgari Bundara, Observatorium Radio-astronomi Murchison di Negara Wajarri Yamaji, Australia Barat.

Peta ini bekerja dengan prinsip bahwa cahaya berputar saat melewati medan magnet. Dengan mengukur seberapa besar putaran cahaya yang ditangkap ASKAP, tim peneliti dapat menentukan lokasi medan magnet beserta kekuatan relatifnya.

"Kami mengumpulkan ukuran rotasi dari setiap galaksi yang terdeteksi dalam survei RACS, hampir 4 juta galaksi, dan memroses ulang data asli ASKAP untuk mendapatkan gambaran lengkapnya," ujar Alec Thomson, peneliti utama sekaligus ilmuwan komisioning SKAO dalam keterangannya, Kamis (4/6).

Thomson menambahkan skala dan kepadatan peta ini membantu para ilmuwan memahami cara energi terdistribusi di seluruh alam semesta.

"Untuk pertama kalinya, kami dapat menyelidiki detail halus materi di antara bintang-bintang terdekat, dan mempelajari sejumlah besar galaksi yang jauh," katanya.

Kepala Ilmuwan SKAO Naomi McClure-Griffiths menyebut SPICE-RACS sebagai lompatan besar.

"Selama 20 tahun kami bekerja dengan kumpulan data yang pada dasarnya sama, yang bahkan tidak mencakup langit belahan selatan. Sekarang, kami akhirnya bisa menjawab beberapa pertanyaan besar dengan gambaran yang jauh lebih baik tentang struktur magnetik alam semesta," tuturnya.

Menurutnya, peta ini membuka kemungkinan untuk mempelajari interaksi galaksi Bima Sakti dengan tetangganya, Awan Magellan. McClure-Griffiths bahkan menyebut pertanyaan kapan pertama kali medan magnet muncul di alam semesta kini berpeluang terjawab.

"Kami pernah mengira itu mustahil. Saya dengan antusias mengatakan hal itu tidak lagi demikian," katanya.

Data peta ini telah tersedia bebas untuk komunitas ilmiah melalui portal data.csiro.au, dan makalah risetnya telah diterima jurnal Publications of the Astronomical Society of Australia.

Peta ini membuka kemungkinan untuk mempelajari interaksi galaksi Bima Sakti dengan tetangganya, Awan Magellan. Foto: CSIRO/Alec Thomson etal./Alex Cherney/SamMoorfield

Tim kolaborasi POSSUM (Polarisation Sky Survey of the Universe's Magnetism) disebut akan terus menghasilkan peta yang lebih rinci dalam beberapa tahun mendatang.

Ketika teleskop SKA mulai beroperasi pada akhir dekade ini, para astronom diklaim akan mampu memetakan jaring kosmik dengan detail yang jauh lebih tajam.

(lom/dmi)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK