Telkom Luncurkan Platform AI Baru, Ekosistem Terintegrasi

CNN Indonesia
Senin, 08 Jun 2026 14:31 WIB
Ilustrasi. Telkom Indonesia luncurkan AIcosystem, ekosistem terintegrasi untuk kecerdasan buatan yang tawarkan solusi end-to-end. (Foto: CNN Indonesia/Loamy N)
Jakarta, CNN Indonesia --

Telkom resmi meluncurkan AIcosystem, platform yang menyatukan seluruh kapabilitas kecerdasan buatan (AI) di lingkungan TelkomGroup dalam satu ekosistem terintegrasi.

AIcosystem dirancang untuk menghubungkan pengembangan AI yang sebelumnya berjalan terpisah di masing-masing anak usaha. Platform ini hadir mendukung pemanfaatan AI di berbagai sektor, serta menghadirkan solusi yang relevan bagi kebutuhan industri dan masyarakat

Portofolio yang dihimpun mencakup Telkom AI Center of Excellence (AI CoE), Telkomsel AI, Neutra Compute dari NeutraDC, AI Infomedia, AI Digiserve, hingga Telkom University.

Direktur Utama Telkom Dian Siswarini mengatakan inisiatif ini bertujuan membangun fondasi AI yang dapat dimanfaatkan lintas sektor, bukan sekadar menambah produk baru ke dalam portofolio grup.

"Dengan AIcosystem, kami menyatukan seluruh kekuatan AI TelkomGroup agar Indonesia memiliki ekosistem AI yang solid, terintegrasi, dan mampu menciptakan dampak nyata bagi masyarakat, dunia usaha, dan daya saing bangsa," ujar Dian dalam acara peluncuran di Telkom Hub, Kamis (4/6).

Secara arsitektur, AIcosystem dibangun dalam tiga lapisan. Lapisan pertama adalah infrastruktur AI yang mencakup data center, GPU, CPU, dan memori komputasi.

Lapisan kedua adalah platform dan model AI, termasuk pengembangan Large Language Model (LLM) berbahasa Indonesia. Lapisan ketiga adalah solusi dan aplikasi yang disesuaikan per industri.

Direktur IT Digital Faizal Rochmad Djoemadi menyebut pendekatan fullstack ini sebagai pembeda utama AIcosystem dari inisiatif AI lain di pasar.

"AIcosystem dibangun dengan pendekatan fullstack sehingga TelkomGroup tidak hanya menghadirkan solusi dalam bentuk aplikasi, tetapi juga memperkuat fondasi AI-nya melalui infrastruktur, data, model, dan platform," ujar Faizal.

Telkom mengklaim solusinya sudah aktif digunakan di sejumlah sektor, antara lain pendidikan, pemerintahan, energi dan migas, keuangan, serta logistik.

Beberapa implementasi yang sudah dijalankan mencakup pricing analytics, manajemen lalu lintas, analitik sumber daya manusia, hingga tinjauan dokumen hukum berbasis AI.

Di sektor pendidikan, platform Pijar milik Telkom memanfaatkan AI untuk mendukung produktivitas, seperti membantu guru mengoreksi esai secara lebih cepat.

Telkom juga menegaskan komitmen terhadap kedaulatan digital, yakni seluruh infrastruktur dioperasikan di dalam negeri, data pengguna enterprise dijaga bersifat private, dan pengembangan LLM diarahkan untuk memahami konteks bahasa dan budaya Indonesia.

Jangkauan ekosistem ini turut diperkuat oleh AI CoE melalui lima pilar, yaitu AI Campus untuk kolaborasi riset dengan akademisi, AI Playground untuk komunitas dan pengembang, AI Connect sebagai jembatan kampus-industri, AI Hub untuk komersialisasi solusi, dan AI Native untuk transformasi cara kerja internal TelkomGroup.

(lom/lom)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK