Momen Pamitan Tim Cook di WWDC 2026 Sebelum Lepas Jabatan CEO Apple
Ajang Worldwide Developers Conference (WWDC) 2026 jadi momen emosional bagi CEO Apple, Tim Cook. Ini merupakan momen terakhir kalinya Cook membuka dan menutup keynote speech WWDC sebagai CEO sebelum menyerahkan tongkat estafet kepada John Ternus per 1 September.
Dalam pengujung presentasinya memperkenalkan sejumlah terobosan baru Apple, Cook menyampaikan pesan yang emosional mengenai bagaimana berbicara di acara peluncuran produk adalah momen terbaik selama menjabat sebagai CEO.
"Sebagai catatan pribadi, beberapa momen paling berkesan selama masa jabatan saya sebagai CEO adalah acara-acara seperti ini," kata Cook, Senin (8/6).
Cook mengaku terkesan dengan WWDC, karena bisa menjadi panggung yang mempertemukan Apple dengan jutaan developer dari seluruh dunia. Menurut Cook, melihat para developer memanfaatkan teknologi Apple untuk menciptakan berbagai aplikasi menjadi pengalaman yang menyenangkan.
"Melihat apa yang Anda ciptakan dengannya telah menjadi pengingat terus-menerus bahwa imajinasi tidak memiliki batas.
Menurut Cook para developer selama ini telah menjadi bagian penting dari ekosistem Apple. Mereka turut membantu jutaan orang untuk terhubung, berkreasi, hingga belajar dengan cara-cara baru yang luar biasa.
Ia meyakini bahwa keberadaan para developer dalam ekosistem ini membuat masa depan Apple tetap cerah.
Panggung WWDC kali ini sekaligus jadi momen perpisahan Cook dengan komunitas developer global. Ia meyakini fondasi yang ia tinggalkan sudah sangat kokoh untuk masa depan perusahan.
Menurutnya, salah satu warisan perusahaan sejak lama adalah memperkaya kehidupan banyak orang lewat teknologi adalah kompas utama Apple. Ia menekankan hal ini tidak boleh berubah.
"Di Apple, menciptakan produk terbaik di dunia untuk menghadirkan pengalaman yang memperkaya kehidupan orang-orang selalu menjadi kompas utama kami," ujar Cook.
"Merupakan kehormatan seumur hidup bagi saya untuk membantu memajukan misi tersebut bersama tim yang kreativitas, kepedulian, dan keyakinannya terus memberikan perbedaan yang berarti dalam kehidupan orang-orang," lanjut dia.
Sebelumnya, raksasa teknologi yang berbasis di Cupertino ini resmi mengumumkan rencana suksesi kepemimpinan. Setelah pensiun sebagai CEO pada September nanti, Cook tidak benar-benar pergi, melainkan bakal mengemban peran baru sebagai Ketua Eksekutif.
Masa jabatan Cook sejak menggantikan mendiang Steve Jobs pada 2011 silam menandai periode ekspansi paling masif dalam sejarah Apple.
Di bawah komandonya, Apple tidak lagi sekadar perusahaan komputer dan ponsel, melainkan berevolusi menjadi raksasa ekosistem lewat peluncuran Apple Watch, AirPods, hingga penetrasi bisnis layanan seperti Apple Music dan Apple TV+.
Selama kepemimpinan Cook, laba tahunan Apple melampaui US$100 miliar atau sekitar Rp1.713 triliun, dan harga sahamnya terus naik selama lebih dari satu dekade.
Kapitalisasi pasar perusahaan tumbuh dari sekitar US$350 miliar (sekitar Rp5.996 triliun) pada awal masa jabatan Cook menjadi lebih dari US$4 triliun (sekitar Rp68.532 triliun) saat ini.
(dmi)