9 Kebiasaan Buruk yang Buat HP Cepat Rusak
Ponsel pintar adalah perangkat yang dipakai nyaris sepanjang hari, tetapi tak banyak pengguna sadar bahwa kebiasaan sehari-hari justru bisa memperpendek umurnya. Simak beberapa kebiasaan buruk yang bisa membuat ponsel cepat rusak.
Kerusakan jarang datang dari satu insiden besar, melainkan dari rutinitas kecil yang terakumulasi.
Lihat Juga : |
Dikutip dari berbagai sumber, berikut sejumlah kebiasaan buruk yang diam-diam membuat HP cepat rusak.
1. Mengisi daya semalaman dan membiarkan baterai sampai 0 persen
Membiarkan ponsel terus terhubung ke pengisi daya setelah penuh, atau sebaliknya membiarkan baterai habis total, sama-sama membebani sel baterai lithium-ion.
Rentang ideal pengisian baterai ada di kisaran 20 hingga 80 persen.
Sebagian besar ponsel modern memang punya fitur pengisian adaptif yang menahan daya di 80 persen. Namun mengandalkan fitur ini sambil mengabaikan pola pengisian tetap mempercepat penurunan kapasitas baterai.
2. Memakai charger abal-abal atau bukan bawaan
Pengisi daya murah tanpa sertifikasi sering tidak punya pengaturan tegangan yang stabil. Arus yang tidak terkontrol berisiko merusak baterai, port pengisian, bahkan komponen internal.
Gunakan charger dan kabel asli, atau setidaknya yang bersertifikasi resmi dengan spesifikasi daya sesuai perangkat.
3. Bermain ponsel sambil dicas
Menggunakan HP untuk gaming atau streaming saat sedang diisi daya membuat suhu perangkat melonjak. Panas berlebih adalah musuh utama baterai dan prosesor dalam jangka panjang.
Oleh karena itu, beri ponsel jeda saat mengisi daya, terutama untuk aktivitas berat.
4. Membiarkan ponsel terpapar suhu ekstrem
Meninggalkan HP di dalam mobil yang terjemur, di bawah sinar matahari langsung, atau di dekat sumber panas dapat merusak baterai secara permanen. Suhu dingin ekstrem juga bisa membuat baterai drop mendadak.
Simpan ponsel di tempat dengan suhu wajar dan hindari paparan panas berkepanjangan.
5. Mengabaikan pelindung layar dan casing
Layar dan bodi adalah komponen yang mahal untuk diperbaiki. Memakai ponsel tanpa pelindung apa pun membuatnya rentan retak atau lecet hanya dari satu kali terjatuh.
Pasalnya, biaya menggunakan tempered glass dan casing jauh lebih murah ketimbang biaya ganti layar.
6. Menyimpan ponsel bersama dengan kunci atau koin
Benda logam tajam di saku atau tas yang sama dengan ponsel adalah penyebab umum layar tergores. Goresan halus bisa berkembang jadi retak saat terkena tekanan.
Pisahkan ponsel dari benda keras, atau gunakan kantong tersendiri.
7. Membiarkan memori penuh sampai mentok
Ruang penyimpanan yang nyaris penuh memaksa sistem bekerja lebih keras dan memperlambat kinerja. Alhasil, ponsel jadi lemot, cepat panas, dan boros baterai.
Sisakan setidaknya 10 hingga 15 persen kapasitas penyimpanan agar sistem tetap lancar.
8. Menunda pembaruan sistem
Pembaruan perangkat lunak atau software update bukan hanya soal fitur baru, tetapi juga menambal celah keamanan dan memperbaiki bug yang membuat ponsel tidak stabil. Menunda pembaruan terus-menerus membuat perangkat lebih rentan.
Maka dari itu, sangat disarankan untuk memasang pembaruan resmi begitu tersedia.
9. Memasang aplikasi dari sumber tidak resmi
Mengunduh aplikasi di luar toko resmi membuka pintu bagi malware yang bisa menguras baterai, mencuri data, hingga merusak sistem.
Unduh aplikasi hanya dari Google Play Store atau App Store, dan periksa izin yang diminta sebelum memasang.
(lom/lom)