Kapan Musim Hujan Kembali Basahi Indonesia? Cek Prediksi BMKG

CNN Indonesia
Rabu, 10 Jun 2026 13:44 WIB
BMKG memperkirakan musim hujan di Indonesia dimulai akhir Oktober. Namun, El Nino akan menekan curah hujan, menjadikannya lebih kering dari biasanya. (Foto: CNN Indonesia/Adi Ibrahim)
Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan musim hujan akan dimulai pada akhir Oktober. Saat ini, sejumlah wilayah di Tanah Air masih mengalami musim kemarau. 

Deputi Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan menjelaskan musim hujan tahun ini nantinya akan dibarengi dengan fenomena El Nino yang diprediksi berlangsung hingga awal Januari dan diperkirakan akan menekan curah hujan dan membuat musim hujan lebih kering dari biasanya.

"El Nino khususnya memiliki signature pada wilayah tropis. Untuk wilayah Indonesia, kita terpengaruh untuk menekan curah hujan jadi kondisinya lebih kering pada bulan Juni hingga Januari pada umumnya. Namun, perlu dicatat, nanti sekitar bulan Oktober akhir kita memasuki musim hujan," ujarArdhasena dalam konferensi pers Perkembangan Musim Kemarau 2026 di Indonesia secara daring, Rabu (10/6).

Ia menyebut musim hujan akan terdampak El Nino dan curah hujannya akan cenderung menurun. Namun, ia mengatakan curah hujan tersebut tidak akan begitu mengganggu terhadap aktivitas-aktivitas yang membutuhkan air, seperti aktivitas pertanian.

Ardhasena menjelaskan pihaknya belum bisa membagikan detail terkait prediksi musim hujan, dan informasi tersebut baru akan dirilis pada Agustus mendatang.

Data dari monitoring terbaru yang dilakukan BMKG di Samudera Pasifik hingga akhir Mei 2026 menunjukkan nilai anomali suhu muka laut di Pasifik adalah sebesar +1,0. Sedangkan di Samudera Hindia, pemantauan suhu muka laut menunjukkan indeks IOD sebesar -0,56.

Anomali suhu muka laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur telah melewati batasan Netral selama 5 dasarian.

"BMKG memprediksi bahwa fenomena El Nino akan segera aktif dan terus bertahan hingga awal tahun 2027, dengan peluang intensitas El Nino mencapai kategori moderat sebesar 98 persen dan mencapai kategori kuat sebesar 62 persen," katanya.

Sementara itu, di Samudera Hindia, terdapat kemungkinan terjadinya IOD Positif pada periode bulan Juli hingga November 2026.

Ardhasena menjelaskan fenomena El Nino menyebabkan penyimpangan iklim di berbagai belahan dunia, tidak hanya di Indonesia, termasuk juga di belahan lain di dunia dengan pola dan periode dampak yang berbeda-beda.

(lom/lom)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK