Spesifikasi 'Monster' Apache, Helikopter yang Picu AS-Iran Panas Lagi
Helikopter tempur Apache milik Angkatan Darat Amerika Serikat (AS) jatuh di Selat Hormuz. Meski belum diketahui pasti penyebab jatuhnya helikopter ini, Presiden AS Donald Trump menuding Iran sebagai pelakunya.
Usai insiden ini, militer AS kembali melancarkan serangan ke Iran pada Selasa (9/6) sore waktu setempat.
"Saya percaya tanggapannya harus sangat kuat, sangat dahsyat, dan itulah yang akan terjadi," kata Trump kepada ABC News.
Helikopter yang jatuh di Selat Hormuz itu diduga varian dari keluarga AH-64 Apache yang diproduksi oleh Boeing. Helikopter ini merupakan salah satu jenis pesawat paling menakutkan yang beroperasi di wilayah tersebut.
Merujuk laman resmi Boeing, helikopter ini dioperasikan oleh dua orang personel, yakni seorang pilot dan perwira sistem persenjataan yang duduk dalam konfigurasi tandem vertical.
Secara dimensi, panjang helikopter ini membentang hingga 14,7 meter. Struktur ini ditopang tiang rotor utama yang memiliki diameter baling-baling sepanjang 14,6 meter, serta memiliki tinggi total sekitar 4,7 meter.
Dimensi ini dirancang untuk mendukung operasional tempur yang berat di berbagai medan geografis yang ekstrem. Bobot performa dari alat utama sistem persenjataan (alutsista) ini juga dirancang untuk mampu membawa beban berat dalam misi taktis.
Dapur pacu dan sistem aerodinamika yang tertanam pada Apache AH-64 ini memungkinkannya bermanuver agresif di udara. Ketangguhan ini didukung aspek propulsi dan struktur berupa mesin T700 yang lebih bertenaga serta peningkatan sistem transisi.
Sistem penggerak ini membuat helikopter mampu menanjak dengan sangat responsif dengan tingkat kecepatan panjat maksimum melampaui 853 meter per menit. Perusahaan mengklaim kemampuan mobilitas vertikal yang cepat ini sangat krusial untuk menghindari deteksi radar musuh.
Selain kemampuan menanjak yang mumpuni, performa kecepatan horizontal Apache juga tergolong tinggi di kelasnya. Apache mampu melaju dengan kecepatan 150 knot atau setara dengan lebih dari 279 kilometer per jam.
Sebagai helikopter yang dioptimalkan untuk misi serangan presisi dan pertempuran modern, aspek daya tahan dan muatan jadi keunggulan utama dari platform ini.
Desain helikopter dirancang khusus untuk mampu membawa senjata multiperan dan beban sensor, sambil tetap memberikan jangkauan serta persistensi yang diperlukan untuk operasi yang berkelanjutan di wilayah konflik.
Boeing membekali Apache dengan kombinasi sistem persenjataan yang mematikan untuk menghadapi berbagai target darat maupun udara. Helikopter ini memiliki kapasitas penuh untuk mengusung hingga 16 unit rudal berpemandu laser Hellfire yang dirancang untuk menghancurkan kendaraan lapis baja.
Apache juga dilengkapi sarana artileri sekunder dan mampu membawa hingga 76 unit roket berukuran 2,75 inci yang ditempatkan pada pod peluncur di sayap samping. Unit persenjataan terintegrasi ini juga mencakup senapan mesin otomatis berupa chain gun kaliber 30 milimeter yang disokong oleh ketersediaan amunisi sebanyak 1.200 putaran peluru.
Senjata mesin otomatis tersebut memiliki tingkat kecepatan tembakan konstan yang berada pada kisaran antara 600 hingga 650 putaran peluru per menit.
(dmi)