AI Dituding Jadi Dalih Bos Teknologi PHK Massal Karyawan

CNN Indonesia
Kamis, 11 Jun 2026 13:38 WIB
Ilustrasi. Co-founder Palantir Joe Lonsdale menuding perusahaan menyalahkan AI atas PHK besar-besaran. (Foto: REUTERS/FLORENCE LO)
Jakarta, CNN Indonesia --

Co-founder Palantir Joe Lonsdale menuding bahwa banyak bos perusahaan mengambing hitamkan kecerdasan buatan (AI) di balik gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran di industri teknologi. Menurut dia alasan sebenarnya perusahaan melakukan PHK adalah kesalahan strategi dalam perekrutan karyawan.

Menurut Lonsdal alasan kemajuan AI kerap digunakan untuk menutupi kesalahan strategi manajemen dalam proses perekrutan karyawan.

"Semua orang yang melakukan perekrutan berlebihan [over-hired] atau menurunkan standar terlalu jauh pada gelombang 2021-2023, atau [perusahaan] tidak tumbuh secepat yang dianggarkan, sekarang berpura-pura bahwa mereka memecat orang 'karena produktivitas AI'," kata Lonsdale dalam cuitannya di X, melansir Business Insider, Kamis (11/6).

Pernyataan Lonsdale itu diamini oleh sejumlah tokoh besar di Silicon Valley. Co-founder venture capital Andreessen Horowitz, Marc Andreessen terpantau menyetujui pandangan tersebut.

Jon Chu, partner Khosla Ventures, juga sepakat dengan opini Lonsdale. Ia bahkan secara spesifik menyebut Meta, raksasa teknologi milik Mark Zuckerberg, sebagai contoh nyata dari fenomena ini.

Gannon McCollum, staf di perusahaan AI milik Elon Musk, xAI, juga melontarkan hal serupa. Menurutnya, menyalahkan AI atas masifnya gelombang PHK "terdengar jauh lebih baik daripada kepemimpinan yang mengakui bahwa mereka gagal mengelola pertumbuhan perusahaan."

Pendiri Fuse, Alan Chang, turut mempertanyakan transparansi para petinggi dalam mengelola perusahaan mereka.

"Jika para pemimpin tidak bisa mengakui kesalahan mereka sendiri, bagaimana mereka bisa mengharapkan karyawan mengakui kesalahan mereka?" ujar Chang.

CEO OpenAI Sam Altman pada Februari sempat melontarkan hal serupa. Menurutnya banyak perusahaan yang melakukan praktik 'AI-washing' dalam kebijakan PHK mereka.

"Orang-orang menyalahkan AI atas PHK yang sebenarnya akan tetap mereka lakukan [meski tanpa AI]," kata Altman saat itu.

Lonsdale menegaskan bahwa dirinya merupakan pihak yang percaya pada potensi peningkatan produktivitas berkat AI. Melalui 8VC, perusahaan modal ventura tempat ia bernaung, Lonsdale juga tercatat berinvestasi di beberapa perusahaan AI.

Namun, ia menekankan bahwa situasi PHK saat ini tidak mutlak disebabkan oleh teknologi tersebut.

"Saya percaya pada produktivitas yang lebih tinggi berkat AI. Saya juga tahu apa yang sedang dilakukan oleh ratusan perusahaan saat ini," tutur dia.

(dmi)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK