Menkomdigi di Tengah Aksi Demo: Waspada Hoaks dan Provokasi di Medsos

CNN Indonesia
Jumat, 12 Jun 2026 18:31 WIB
Menkomdigi Meutya Hafid imbau masyarakat waspada terhadap hoaks dan provokasi di ruang digital.
Ilustrasi. Menkomdigi imbau masyarakat waspada terhadap hoaks dan provokasi di ruang digital saat demo berlangsung di sejumlah wilayah. (Foto: CNN Indonesia/Adi Maulana Ibrahim)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengimbau untuk waspada terhadap hoaks dan provokasi di ruang digital. Imbauan ini disampaikan di tengah gelombang aksi demonstrasi yang terjadi di sejumlah wilayah.

Meutya mengajak masyarakat agar tidak mengunggah dan menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, tidak membagikan ajakan yang mengarah pada kekerasan, serta tidak melakukan provokasi yang dapat memperkeruh keadaan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengatakan masyarakat perlu menyadari adanya efek ilusi algoritma di media sosial.

Konten yang terus muncul di linimasa, katanya, belum tentu menggambarkan keseluruhan situasi, melainkan bisa saja terbentuk karena pola interaksi, minat, atau emosi pengguna yang kemudian diperkuat oleh algoritma.

"Jangan langsung menganggap linimasa sebagai gambaran lengkap keadaan. Ilusi algoritma bisa membuat kita merasa semua orang sedang marah, semua orang membenarkan kekerasan, atau semua informasi yang kita lihat adalah fakta. Padahal, belum tentu demikian. Karena itu, periksa informasi dari berbagai sumber, pahami konteksnya, dan jangan mudah terprovokasi," ujar Meutya dalam keterangannya, Jumat (12/6).

Meutya juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai hoaks, disinformasi, manipulasi video, maupun potongan informasi tanpa konteks yang berpotensi memecah belah masyarakat.

"Ruang digital tidak boleh menjadi tempat untuk memperbesar provokasi. Perbedaan pendapat adalah hal yang wajar dalam demokrasi, tetapi hoaks, hasutan kekerasan, dan manipulasi informasi tidak boleh diberi ruang. Mari kita jaga aspirasi tetap tersampaikan secara damai dan bertanggung jawab," tuturnya.

Meutya menyebut pemerintah menghormati hak warga negara untuk menyampaikan pendapat di muka umum.

Menurutnya, kritik, masukan, dan aspirasi masyarakat merupakan bagian penting dalam demokrasi yang harus didengar dan direspons melalui mekanisme yang tepat.

"Pemerintah terbuka terhadap aspirasi, kritik, dan masukan dari masyarakat. Menyampaikan pendapat adalah hak warga negara yang dijamin dalam demokrasi. Karena itu, ruang untuk menyampaikan aspirasi harus tetap kita jaga bersama," kata Meutya.

Ia menekankan penyampaian aspirasi yang damai akan membuat pesan yang dibawa masyarakat tersampaikan dengan lebih jelas dan lebih mudah diterima publik.

Oleh karena itu, ia mengingatkan agar aksi tidak disertai tindakan yang merugikan masyarakat maupun fasilitas umum.

"Kritik boleh disampaikan dengan tegas, tetapi harus tetap damai. Jangan mudah terprovokasi sehingga memicu kekerasan, perusakan, pembakaran, penyerangan, atau tindakan lain yang membahayakan masyarakat," ujarnya.

Selain menjaga situasi di lapangan, Meutya juga mengajak masyarakat untuk menjaga ruang digital selama aksi berlangsung.

(lom/lom) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]