Awas Malware Rokarolla Menyamar Jadi TikTok, Bisa Kuras Rekening

CNN Indonesia
Rabu, 24 Jun 2026 11:30 WIB
Malware trojan Rokarolla menyamar sebagai aplikasi populer untuk mencuri kredensial perbankan dan mengendalikan perangkat. (Foto: CNN Indonesia/Ryan Hidayatullah)
Jakarta, CNN Indonesia --

Malware perbankan jenis trojan bernama Rokarolla baru-baru ini ditemukan menyamar sebagai TikTok atau Google Chrome, lalu diam-diam mengambil alih kendali penuh perangkat korban.

Peneliti keamanan siber dari Zimperium zLabs mengidentifikasi trojan perbankan Android baru bernama Rokarolla. Malware ini dirancang khusus untuk mencuri kredensial dari 217 aplikasi perbankan dan aset kripto sekaligus mengambil alih kendali penuh perangkat korban.

Temuan yang dipublikasikan Zimperium pada pertengahan Juni ini menyebut nama Rokarolla diambil dari infrastruktur komando dan kontrol (C2) yang digunakan penyerang.

Rokarolla disebut menyebar melalui situs web berbahaya yang menyamarkan dirinya sebagai aplikasi populer seperti TikTok atau Google Chrome.

Korban ditipu untuk mengunduh aplikasi palsu tersebut, yang kemudian memasang muatan berbahaya tahap kedua berisi inti malware.

Selama proses instalasi, malware berpura-pura menjadi Google Play Protect untuk mengelabui korban agar memberikan izin akses Layanan Aksesibilitas (Accessibility Services) Android. Izin ini menjadi kunci kendali, karena dengan izin tersebut Rokarolla dapat membaca isi layar, meniru interaksi pengguna, dan mengeksekusi serangkaian perintah secara otomatis.

Rokarolla dilengkapi 137 perintah yang memungkinkan penyerang mengendalikan perangkat secara hampir menyeluruh.

Salah satu kemampuan paling berbahaya adalah pencurian kredensial kunci layar. Malware menampilkan tampilan palsu yang menyerupai layar kunci Android, sehingga saat korban memasukkan PIN, pola, atau kata sandi, data tersebut langsung dikirim ke server penyerang.

Dengan informasi ini, pelaku dapat mengakses perangkat bahkan dalam keadaan terkunci.

Cara Rokarolla kuras rekening dan intai korban

Berdasarkan temuan peneliti, berikut adalah modus operandi berbahaya yang dilakukan malware Rokarolla setelah berhasil menyusup ke perangkat Android:

Malware juga secara aktif mematikan Google Play Protect, lapisan keamanan bawaan Android, dan memaksa layar perangkat tetap menyala agar proses penipuan di latar belakang tidak terganggu oleh penguncian layar otomatis.

Untuk bertahan dari pemantauan, Rokarolla menggunakan beberapa domain cadangan dan dapat memperbarui server C2 aktifnya secara dinamis melalui perintah jarak jauh.

(lom/lom)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK