Iran Kena Serangan Siber Israel, ATM dan M-Banking Jadi Korban

CNN Indonesia
Kamis, 25 Jun 2026 12:30 WIB
Serangan siber Israel melumpuhkan layanan perbankan di Iran, termasuk Bank Melli dan Saderat.
Serangan siber Israel melumpuhkan layanan perbankan di Iran, termasuk Bank Melli dan Saderat. (Foto: iStockphoto)
Jakarta, CNN Indonesia --

Iran kembali mendapat serangan siber dari Israel. Kali ini, serangan tersebut menyasar bank-bank yang memiliki kaitan dengan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC), hingga melumpuhkan layanan perbankan di Iran.

Informatics Services Corporation mengungkap bahwa serangan siber itu mengganggu layanan perbankan berbasis kartu di Bank Melli, Bank Saderat, dan Bank Tejerat. Serangan ini memicu penangguhan sementara seluruh operasi terkait kartu di ketiga bank tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut laporan Reuters pada Rabu (24/6), saat ini tim keamanan siber sedang berupaya memulihkan operasi agar kembali normal.

Kepala hubungan masyarakat perusahaan tersebut mengatakan bahwa layanan ATM, EDC, dan aplikasi mobile banking yang terhubung dengan sistem kartu semuanya terdampak.

Sebelumnya, gangguan layanan perbankan akibat serangan ini juga terjadi pada 14 Juni di beberapa bank besar, termasuk Melli, Saderat, Tejarat, dan Export Development Bank of Iran. Menurut Dewan Koordinasi Perbankan Iran, insiden sebelumnya itu disebabkan oleh serangan siber yang menargetkan sistem komunikasi bersama.

Media pemerintah Iran mengutip pernyataan bank sentral pada hari Selasa yang menyebutkan bahwa masalah terbaru ini diperkirakan akan selesai pada Rabu pagi, dan seluruh layanan akan kembali beroperasi normal.

Para pejabat menyatakan bahwa insiden sebelumnya-yang menurut media Iran membutuhkan waktu beberapa hari untuk diselesaikan-tidak sampai membocorkan data nasabah.

Pihak Iran belum menyebutkan siapa yang mereka curigai berada di balik serangan siber ini. Namun, otoritas setempat sebelumnya kerap menuduh aktor asing yang bermusuhan, seperti Israel, atas insiden-insiden serupa.

Di sisi lain, Israel tidak memberikan komentar terkait tuduhan tersebut.

(dmi) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]