China Bikin Superkomputer Terkuat di Dunia, Kalahkan Amerika Serikat

CNN Indonesia
Jumat, 26 Jun 2026 09:44 WIB
Superkomputer LineShine asal China
China memperkenalkan LineShine, superkomputer terkuat dunia, menggeser El Capitan buatan AS. (Foto: Dok. National Supercomputing Centre via Detikcom)
Jakarta, CNN Indonesia --

China memperkenalkan LineShine, sebuah sistem superkomputer terkuat di dunia, yang ditenagai oleh chip buatan dalam negeri. Keberhasilan China ini membuat persaingan perebutan supremasi teknologi dengan Amerika Serikat semakin sengit.

LineShine ditempatkan di Pusat Superkomputer Nasional yang berada di pusat teknologi Shenzen. Superkomputer ini menggeser pemegang gelar sebelumnya buatan Amerika, El Capitan, dalam ranking terbaru TOP500, yang diperbarui dua kali dalam setahun oleh para ahli komputer terkemuka. Superkomputer ini berhasil mencapai kecepatan komputasi 20 persen lebih cepat dari El Capitan.

Superkomputer dirancang untuk perhitungan kompleks dengan kecepatan yang tidak tertandingi. Berbeda dari komputer biasa, komputer ini sering digunakan utuk menemukan dan mengembangkan obat baru, memprakirakan cuaca, melatih model kecerdasan buatan (AI), hingga melakukan berbagai macam simulasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pusat Superkomputer Nasional China menyatakan bahwa LineShine merupakan hasil terobosan dari berbagai rangkaian hambatan teknologi inti.

"Pencapaian LineShine menandai lompatan bersejarah bagi sektor superkomputer China dalam mengatasi pembatasan teknologi asing dan membangun ekosistem perangkat keras serta perangkat lunak yang dikendalikan secara mandiri," kata lembaga tersebut, melansir CNN, Rabu (24/6).

LineShine sepenuhnya mengandalkan CPU, bukan GPU khusus. Lu Yutong, kepala desainer LineShine, mengatakan bahwa mesin ini berhasil mendobrak arsitektur hibrida konvensional yang biasanya menggunakan CPU dan GPU secara bersamaan.

Sistem ini memanfaatkan infrastruktur komputasi full-stack yang dikembangkan di dalam negeri, termasuk CPU dan memori bandwith tinggi (HBM) untuk kebutuhan beban kerja ilmiah, teknik, dan AI.

Sejak diluncurkan pertama kali, superkomputer ini sudah digunakan untuk berbagai aplikasi, mulai dari pemodelan iklim dan simulasi teknik hingga penemuan obat, ilmu saraf, dan AI.

Bukan tolok ukur kemampuan AI

Kendati demikian, ahli memperingatkan agar tidak menginterpretasikan keberhasilan LineShine menempati posisi puncak dalam daftar TOP500 secara berlebihan sebagai ukuran kemampuan AI suatu negara.

"Ini adalah pencapaian teknis yang sangat mengesankan. Tetapi ini tidak relevan jika Anda mengajukan pertanyaan 'siapa yang memiliki kemampuan AI terbaik?' atau 'siapa yang memiliki infrastruktur terbaik untuk menjalankan AI dengan baik?' TOP500 bukanlah ukuran untuk hal itu," kata Andrew Rohl, direktur National Computational Infrastructure Australia.

Ia menjelaskan bahwa peringkat TOP500 didasarkan pada tolok ukur berusia puluhan tahun yang dirancang untuk mengukur beban kerja komputasi ilmiah tradisional, bukan AI modern.

Selain itu, banyak sistem AI paling kuat yang dibangun oleh raksasa teknologi seperti xAI dan Google, atau superkomputer yang dioperasikan oleh fasilitas pertahanan utama, tidak masuk ke dalam peringkat karena alasan sensitivitas atau ekonomi.

Daftar 5 superkomputer terkuat di dunia

Kehadiran LineShine berhasil menggeser penguasa sebelumnya, El Capitan buatan AS. Kendati begitu, Amerika masih mendominasi posisi lima besar superkomputer terkuat di dunia. Berikut daftarnya:

PeringkatSistemLokasiNegaraHPL (Exaflop/s)
1LineShineNational Supercomputer Center, ShenzhenChina2.198
2El CapitanLawrence Livermore National LaboratoryAS1.809
3FrontierOak Ridge National LaboratoryAS1.353
4AuroraArgonne National LaboratoryAS1.012
5Jupiter BoosterJülich Supercomputing CentreJerman1.000

 

 

 

(dmi) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]