China Bikin Model AI Canggih, Sillicon Valley Langsung Geger

CNN Indonesia
Rabu, 01 Jul 2026 16:00 WIB
Perusahaan China Zhipu luncurkan model AI open source GLM 5.2, menyaingi model lain dengan biaya operasional rendah. (Foto: CNN Indonesia/Mundri Winanto)
Jakarta, CNN Indonesia --

Perusahaan China, Zhipu AI, meluncurkan model kecerdasan buatan (AI) terbaru mereka, GLM 5.2. Model teranyar berbasis open source ini disebut sukses melompati model-model serupa lainnya.

Peluncuran ini pun langsung memicu kehebohan di Silicon Valley, pusat industri teknologi dan inovasi global yang berada di San Francisco Bay Arena, California, Amerika Serikat. Kehebohan peluncurannya digambarkan mirip dengan peluncuran DeepSeek tahun lalu.

Menurut laporan CNBC pada Jumat (26/6), dalam salah satu uji benchmark berbasis agen atau agentic, performa GLM 5.2 hanya terpaut tipis (kurang dari satu persen) di bawah model Opus 4.8 besutan Anthropic. Menariknya, biaya operasional ini hanya sekitar seperlima dari biaya Anthropic.

Para developer pun langsung ramai-ramai beralih ke model ini. Lonjakan traffic data (token) di platform OpenRouter tercatat melesat lebih cepat dibanding saat DeepSeek meluncurkan versi V4 pada April lalu.

Keunggulan model open source

Daya tarik utama model ini adalah momentum kebangkitan AI open source. Pasalnya, GLM 5.2 dapat diunduh, disesuaikan, dan dijalankan langsung di server internal perusahaan secara gratis.

Hal ini otomatis menekan harga pasar yang dipatok oleh laboratorium AI raksasa. Di sisi lain, akses ke model-model buatan AS justru kian tidak pasti.

Anthropic misalnya, terpaksa menarik model tercanggih mereka, Claude Fable, akibat perintah dari pemerintahan Donald Trump. Sementara itu, OpenAI baru saja mengumumkan bahwa mereka membatasi akses ke rangkaian model GPT-5.6 atas permintaan pemerintah.

Pengawasan ketat dari pemerintah AS ini membuat model open source, yang kodenya sudah terlanjur tersebar dan tidak bisa ditarik atau diblokir, kian dilirik sebagai pilihan investasi teknologi yang jauh lebih aman bagi perusahaan.

Banyak perusahaan yang sempat terkejut dengan membengkaknya biaya AI imbas tingginya konsumsi token, satuan untuk mengukur data yang diproses dan dihasilkan oleh AI. Kini, mereka memutar otak untuk mencari solusi paling efisien.

Metrik utama yang paling dipedulikan perusahaan adalah tingkat kecerdasan per dolar. Hal ini membuat model dari Zhipu yang murah tapi punya performa mumpuni menjadi opsi alternatif yang sangat memikat.

"Saya pribadi terus dibuat terkejut oleh betapa cepatnya perkembangan model open source mengejar ketertinggalan," kata Gabe Pereryra, salah satu pendiri Harvey.

"Melalui GLM 5.2, kita bisa melihat untuk pertama kalinya ada model open source yang benar-benar mampu bersaing ketat dengan model-model closed source ke atas," lanjut dia.

(dmi)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK