Microsoft PHK Ribuan Karyawan, Divisi Xbox Dirombak

CNN Indonesia
Selasa, 07 Jul 2026 17:30 WIB
Microsoft memangkas 4.800 karyawan, fokus pada perombakan divisi Xbox. L (Foto: GERARD JULIEN / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Microsoft mengumumkan pemutusan hubungan kerja (PHK) 4.800 karyawan atau setara 2,1 persen dari total tenaga kerja globalnya, sebagai bagian dari perombakan besar-besaran bisnis gim Xbox. Perusahaan ini juga akan melepas hingga lima studio pengembang gim yang berada di bawah naungannya.

Perombakan divisi gaming ini mencakup pemangkasan 3.200 posisi, serta pemutusan hubungan kerja terhadap 1.600 karyawan yang sudah berlaku efektif pada Senin (6/7).

Langkah ini diambil meski Microsoft telah menggelontorkan puluhan miliar dolar AS untuk memperluas bisnis Xbox, termasuk lewat akuisisi besar-besaran Activision Blizzard.

Kendati demikian, Microsoft disebut masih kesulitan mengejar ketertinggalan dari Sony PlayStation dan Nintendo, yang mendorong evaluasi menyeluruh atas arah bisnis gaming perusahaan.

Microsoft belakangan mengubah strategi dengan lebih fokus mendistribusikan gim-gim buatannya ke lebih banyak platform, alih-alih mengandalkan judul eksklusif konsol untuk mendongkrak penjualan perangkat keras Xbox.

Kepala baru divisi Xbox, Asha Sharma, dalam catatan internal kepada karyawan menyebut perombakan ini turut melibatkan pelepasan empat studio.

Compulsion Games, pengembang 'South of Midnight', dan Double Fine Productions, pembuat 'Psychonauts' disebut akan menjadi studio independen.

Sementara itu, Ninja Theory dan Undead Labs akan dipisahkan untuk fokus mengembangkan proyek 'Senua' dan 'State of Decay 3'.

Sharma menambahkan, manajemen Arkane Studios, pengembang 'Dishonored' yang tengah menggarap gim berbasis karakter Marvel Comics, Blade telah memulai konsultasi dengan serikat pekerjanya di Prancis untuk meninjau opsi ke depan bagi studio tersebut.

Chief People Officer Microsoft Amy Coleman, dalam memo internal kepada karyawan, menegaskan posisi yang dihapus hari ini tidak digantikan oleh kecerdasan buatan (AI).

"Yang benar adalah, AI mengubah cara pekerjaan dilakukan," kata Coleman, dikutip dari Reuters, Selasa (7/7).

Pemangkasan ini terjadi di tengah belanja besar-besaran industri teknologi untuk infrastruktur AI, yang secara keseluruhan diproyeksikan menembus US$700 tahun ini.

Tekanan itu mendorong perusahaan-perusahaan besar menunjukkan hasil nyata dari investasi AI sekaligus menekan biaya penerapannya. Amazon dan Meta disebut turut memangkas ribuan karyawan sepanjang tahun ini.

Lebih lanjut, CEO Equisights Research Parth Talsania menilai pemangkasan terbaru ini lebih mencerminkan realokasi portofolio dan disiplin operasional ketimbang katalis baru bagi harga saham Microsoft.

"Dalam waktu dekat, pasar kemungkinan besar akan memberi apresiasi lebih rendah untuk pengurangan tenaga kerja, dan lebih fokus pada bukti bahwa monetisasi AI tumbuh lebih cepat dibanding biaya terkait AI," kata Talsania.

Saham Microsoft ditutup melemah 1,4 persen pada Senin (6/7), melanjutkan tren penurunan hampir 23 persen sepanjang paruh pertama 2026 yang merupakan kinerja semester pertama terburuk perusahaan sejak 2022.

(lom)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK