Indonesia Jadi Salah Satu Pendiri Organisasi AI Dunia WAICO, Apa Itu?

CNN Indonesia
Sabtu, 18 Jul 2026 08:50 WIB
China dan 28 negara, termasuk Indonesia, membentuk WAICO untuk tata kelola AI global. (Foto: Komdigi)
Jakarta, CNN Indonesia --

China bersama sejumlah negara lainnya, termasuk Indonesia, mengumumkan pembentukan koalisi baru yang bakal menyusun tata kelola perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) global, World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO). Setidaknya, ada 29 negara yang sudah bergabung dalam organisasi ini.

Dalam pidato pembukaan World Artificial Intelligence Conference (WAIC) 2026 di Shanghai, Jumat (17/7), Presiden China Xi Jinping menyebut perlu kerja sama dari berbagai negara dalam pengembangan AI dan memastikan tidak ada satu negara pun yang mendominasi teknologi tersebut. Ini disinyalir jadi sindiran yang jelas kepada Amerika Serikat.

Xi dan sejumlah pemimpin negara lainnya memperkenalkan WAICO dalam konferensi yang turut dihadiri oleh Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres itu.

"Pengembangan AI tidak boleh menjadi panggung solo bagi satu negara saja, melainkan sebuah simfoni dari kerja sama internasional," kata Xi, melansir Al Jazeera.

"Kita harus bersama-sama menentang sikap yang berlebihan dalam mengaitkan konsep keamanan nasional ddengan bidang AI, atau mengutamakan keamanan atau negara di atas keamanan negara lain," lanjut dia.

Apa itu WAICO?

Melansir Al Jazeera, organisasi antarpemerintah ini resmi dibentuk pada 16 Juli, meski wacana mengenai aliansi ini sudah mulai digemborkan China sejak tahun lalu.

Tujuan utama badan ini adalah mempromosikan kerja sama internasional serta merumuskan regulasi AI di berbagai negara demi memastikan bahwa teknologi akal imitasi ini aman dan bermanfaat bagi umat manusia.

Para analis memperkirakan bahwa Beijing kemungkinan besar akan menggunakan aliansi ini sebagai kendaraan politik untuk membentuk dan mengarahkan kebijakan AI yang sedang dirumuskan di PBB.

Mengapa WAICO begitu penting?

Di era perkembangan teknologi yang makin pesat, AI jadi pilar penting dalam kebijakan industri China. Beijing sudah berinvestasi besar-besaran untuk membangun ekosistem domestik, mulai dari produksi chip hingga aplikasi siap pakai untuk konsumen.

Ambisi itu memicu persaingan sengit antara China dengan AS. Dua negara ini saling berlomba untuk menguasai produksi teknologi berbasis chip, seperti senjata militer canggih dan sistem berbasis AI.

Meski saat ini masih tertinggal dari AS dalam hal akses ke semikonduktor paling canggih, China unggul dalam hal memasok daya bagi pusat data raksasa yang dibutuhkan untuk melatih dan menjalankan model-model AI. China juga mendominasi produksi mineral jarang yang sangat krusial dalam pembuatan chip.

Pasokan listrik murah yang melimpah memberikan keuntungan besar bagi China untuk memenuhi kebutuhan energi AI yang luar biasa besar. Beijing saat ini memproduksi listrik dua kali lebih banyak daripada AS, dan kesenjangan ini diprediksi akan makin melebar seiring investasi agresif pemerintah China pada jaringan energi nasional mereka.

Daftar negara anggota WAICO

Berpusat di Shanghai, 29 negara pendiri WAICO mencakup beberapa kekuatan utama dari blok Global South (negara-negara berkembang), termasuk Indonesia, Brasil, Malaysia, Afrika Selatan, Rusia, dan Pakistan.

Berikut daftar lengkap negara-negara anggota WAICO:

  1. China
  2. Aljazair
  3. Belarusia
  4. Brasil
  5. Kamboja
  6. Kamerun
  7. Kongo
  8. Kuba
  9. Etiopia
  10. Indonesia
  11. Kazakhstan
  12. Kenya
  13. Kyrgyzstan
  14. Laos
  15. Lesotho
  16. Malaysia
  17. Mozambik
  18. Myanmar
  19. Nikaragua
  20. Oman
  21. Pakistan
  22. Rusia
  23. Senegal
  24. Serbia
  25. Afrika Selatan
  26. Tajikistan
  27. Uzbekistan
  28. Venezuela
  29. Zambia
(dmi)


Saksikan Video di Bawah Ini:

VIDEO: AI Forward 2026: What's Next For AI?

KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK