Zuckerberg Bela Model AI China, Apa Alasannya?

CNN Indonesia
Kamis, 30 Jul 2026 11:09 WIB
CEO Meta Mark Zuckerberg menilai pemblokiran model AI China bukan solusi untuk AS. (Foto: REUTERS/Manuel Orbegozo)
Jakarta, CNN Indonesia --

CEO Meta Mark Zuckerberg menilai pemerintah Amerika Serikat (AS) tidak perlu memblokir model kecerdasan buatan (AI) asal China demi memenangkan persaingan teknologi.

Menurut Zuckerberg, pelarangan model AI canggih dari China bukan solusi yang efektif untuk memperkuat posisi perusahaan AS.

Ia justru mendorong perusahaan teknologi AS secara sistematis mengidentifikasi hambatan dan persoalan yang membuat mereka kesulitan bersaing dengan pengembang AI China.

Pernyataan itu disampaikan Zuckerberg dalam wawancara dengan Financial Times yang diterbitkan pada Selasa (28/7). 

Zuckerberg mengatakan perusahaan AS perlu memperbaiki daya saingnya alih-alih mengandalkan pemblokiran terhadap pesaing dari China. Pandangan tersebut muncul di tengah meningkatnya perdebatan di Washington mengenai perkembangan model AI China.

Dilansir Reuters, salah satu model yang mendapat perhatian adalah Kimi K3 buatan Moonshot AI yang berbasis di Beijing.

Model tersebut menarik perhatian berkat kemampuan pemrogramannya dan memicu perdebatan mengenai apakah perusahaan China menyalin model AS atau mulai memperkecil kesenjangan teknologi melalui riset mereka sendiri.

Pada saat yang sama, pemerintah AS meningkatkan tekanan terhadap perusahaan teknologi China. Pemerintahan Presiden Donald Trump pada Selasa (28/7) mengumumkan larangan yang menyasar impor robot baru dan inverter daya asal China.

Kebijakan itu ditujukan untuk melindungi pembangunan infrastruktur AI AS dari ancaman keamanan nasional sekaligus mendorong produksi industri strategis kembali ke dalam negeri.

Terpisah, Menteri Keuangan AS Scott Bessent memperingatkan perusahaan China dapat menghadapi sanksi finansial atau dimasukkan ke dalam daftar entitas Departemen Perdagangan AS.

Daftar tersebut membatasi akses perusahaan terhadap teknologi asal AS.

Ancaman itu berkaitan dengan dugaan pencurian teknologi AS oleh perusahaan China.

Namun, Zuckerberg menilai pemblokiran model AI China tidak akan memberikan keunggulan yang efektif bagi AS.

(lom)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK