PBB: El Nino Bak Siram Bensin ke Bumi yang Sudah Terbakar

CNN Indonesia
Sabtu, 01 Agu 2026 12:20 WIB
Ilustrasi. PBB memperingatkan El Nino yang menguat dapat memicu cuaca ekstrem global. Suhu laut diprediksi melonjak, dampak perubahan iklim semakin parah. (Foto: ANTARA FOTO/Dedhez Anggara)
Jakarta, CNN Indonesia --

Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) menyebut bahwa fenomena iklim El Nino yang semakin menguat diprediksi bakal mendominasi pola cuaca global, hingga memicu berbagai cuaca ekstrem di seluruh penuru dunia.

Laporan terbaru dari badan cuaca PBB itu menyatakan bahwa fenomena iklim ini berisiko meningkatkan intensitas gelombang panas, kekeringan, dan banjir di sejumlah wilayah dunia. Peringatan ini muncul saat sejumlah negara di Afrika dan Eropa sedang berjuang melawan kebakaran hutan, sementara musim monsun memicu bencana di Asia Selatan.

"El Nino tidak cuma berada di ambang pintu, tapi sudah masuk ke dalam rumah dan terus menaikkan suhunya," kata Sekjen PBB Antonio Guterres, melansir Al Jazeera, Sabtu (1/8).

"Ini baru pemanasan. El Nino terus menguat dan memberikan bahan bakar pada planet yang sebenarnya sudah membara," lanjut dia.

Suhu permukaan laut di Pasifik Tengah diperkirakan akan melonjak lebih dari 2,9°C di atas normal. Kenaikan suhu permukaan laut yang tidak biasa ini diperkirakan bakal mengacaukan sistem cuaca dan memicu lonjakan suhu global secara signifikan.

Guterres mendesak setiap negara untuk mempercepat langkah penanganan iklim, mengingat dampak El Nino kini berpadu dengan perubahan iklim akibat aktivitas manusia. Ia secara khusus menyoroti penggunaan bahan bakar fosil sebagai penyebab utama yang memperparah krisis ini.

Ia juga menyerukan penghentian pengerjaan proyek batu bara, minyak, dan gas yang baru secara menyeluruh.

WMO memproyeksikan suhu di atas rata-rata akan terjadi di hampir seluruh wilayah daratan, dengan lonjakan panas paling parah terdeteksi di Afrika, Eropa bagian selatan, anak benua India, Asia Timur, dan Amerika Selatan.

Sekretaris Jenderal WMO Celeste Saulo menyatakan bahwa meski perkembangan El Nino dipantau secara ketat, sistem peringatan dini harus segera ditindaklanjuti dengan aksi nyata dari pemerintah maupun lembaga kemanusiaan demi melindungi masyarakat yang rentan.

"Prakiraan cuaca itu sendiri tidak bisa mencegah bahaya; manusialah yang bisa," tegas Saulo.

"Keputusan yang kita ambil hari ini akan menentukan seberapa berat dampak yang harus kita hadapi esok hari," lanjutnya.

Para ilmuwan memperingatkan bahwa El Nino tahun ini berpotensi mencapai rekor intensitas terkuatnya saat memasuki puncaknya di paruh kedua tahun ini, meskipun proyeksi pemodelan komputer masih memiliki tingkat ketidakpastian.

(dmi)


Saksikan Video di Bawah Ini:

VIDEO: Akibat Cuaca Ekstrem, Eropa Terbakar

KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK