Alibaba Rilis Qwen 3.8-Max, Model AI Saingan Claude Fable 5
Raksasa teknologi China, Alibaba, resmi merilis model kecerdasan buatan (AI) Qwen 3.8-Max bagi pengguna global. Kemampuan Qwen generasi terbaru ini diklaim hanya berbeda tipis dari model AI canggih milik Anthropic, Claude Fable 5.
Perilisan ini sekaligus menandai kembalinya Alibaba ke model open-source untuk model AI tercanggihnya. Sebelumnya, pada awal tahun ini, perusahaan memilih tidak merilis beberapa produk unggulan terbarunya secara terbuka.
Hal ini juga menandakan masuknya perusahaan ke dalam gelombang peluncuran model-model AI canggih oleh perusahaan China, yang secara agresif memperkecil jarak dengan laboratorium-laboratorium terkemuka di Amerika Serikat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melansir South China Morning Post pada Senin (3/8), model raksasa berukuran 2,4 triliun parameter ini mendukung context window atau batas pemrosesan konteks hingga 1 juta token. Ini berarti model tersebut mampu mengolah hingga 750.000 kata dalam sekali permintaan.
Qwen 3.8-Max sudah dapat diakses oleh para developer lewat layanan API Model Studio di Alibaba Cloud, serta lewat platform asisten kerja AI milik perusahaan, QwenWork. Peluncuran model AI terbaru ini membuat saham Alibaba di bursa Hong Kong melonjak 7 persen dan ditutup pada level HK$125,20 di hari yang sama.
Kemampuan Qwen 3.8-Max
Sebagai model dasar multimodal, Qwen3.8-Max mampu memproses berbagai jenis data, mulai dari dokumen panjang, serial televisi, hingga tayangan live streaming, untuk membangun basis pengetahuan yang dapat dicari kembali.
Perusahaan juga mengeklaim bahwa model ini sanggup merancang ulang software aplikasi hanya dari tangkapan layar, membuat gim interaktif dan animasi edukasi, hingga mengubah denah lantai dua dimensi menjadi visualisasi 3D.
Alibaba memosisikan Qwen3.8-Max agar sangat andal untuk tugas-tugas autonomous coding, penelitian kompleks, dan pekerjaan berbasis alur kerja jangka panjang lainnya.
Merujuk data perusahaan, Qwen3.8-Max berada di peringkat kelima klasemen Text Arena dan peringkat kedua di Vision Arena, dua platform pemeringkatan AI berbasis pemungutan suara pengguna. Model ini hanya kalah dari beberapa model pilihan dalam lini Claude milik Anthropic.
Model ini sejatinya sudah diperkenalkan secara terbatas pada 19 Juli lalu. Saat itu, Alibaba mengeklaim performanya 'hanya kalah' dari Fable 5 milik Anthropic.
Dari sisi teknis, Qwen3.8-Max mengusung arsitektur sparse mixture-of-experts yang dipadukan dengan mekanisme hybrid attention. Kendati memiliki total 2,4 triliun parameter, model ini hanya mengaktifkan sekitar 95 miliar parameter (atau sekitar 4 persen) saat melakukan pemrosesan.
Hal ini membuat pemrosesan skala besar tetap efisien dalam penggunaan daya komputasi.
Persaingan kian memanas
Peluncuran ini berlangsung di tengah sengitnya persaingan pengembang AI China yang kini fokus pada pengembangan agen pemrogram (coding agents), sistem multimodal, serta software yang sanggup mengeksekusi alur kerja rumit dan bertahap.
Bulan lalu, Moonshot AI merilis Kimi K3, sebuah model multimodal berukuran 2,8 triliun parameter dengan context window 1 juta token. Di saat yang sama, DeepSeek baru saja memperbarui API V4-Flash miliknya untuk meningkatkan kemampuan agen AI, sekaligus mulai menguji platform perangkat lunak baru untuk mengelola tugas-tugas berbasis tools.
Ditenagai oleh model Qwen, platform QwenWork yang baru dirilis ini juga mampu menyusun draf dokumen, menganalisis data, menghasilkan audio dan video, hingga membuat situs web. Platform ini menggabungkan fitur-fitur dari alat agen AI Alibaba terdahulu seperti QoderWork, MuleRun, dan Wukong, serta bakal segera diintegrasikan ke dalam aplikasi tempat kerja DingTalk.
(dmi)[Gambas:Video CNN]

