BMKG Perkirakan 8 Wilayah Hujan Lebat Hari Ini, 6 di Sumatra
Sejumlah wilayah di Indonesia berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat serta angin kencang pada hari ini, Rabu (5/8). Simak daftarnya berikut ini.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini hujan untuk 4-6 Agustus 2026.
Dalam peringatan tersebut, BMKG menyebut Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Kepulauan Riau, Bengkulu, Kalimantan Utara, dan Papua berpotensi diguyur hujan sedang hingga lebat atau berstatus Waspada.
Menurut BMKG, tidak ada wilayah yang berstatus Siaga atau berpotensi hujan lebat hingga sangat lebat pada hari ini.
BMKG juga menyatakan tidak ada wilayah yang masuk kategori Awas atau hujan sangat lebat hingga ekstrem.
Berikut daftar wilayah berpotensi hujan sedang hingga lebat dan angin kencang:
Hujan sedang hingga lebat
- Aceh
- Sumatra Utara
- Sumatra Barat
- Riau
- Kep. Riau
- Bengkulu
- Kalimantan Utara
- Papua
Angin kencang
- Aceh
- Jawa Timur
- Maluku
- Maluku Utara
- Nusa Tenggara Timur
- Papua Barat
- Sulawesi Selatan
- Sulawesi Utara
Hujan di puncak kemarau
Di tengah dominasi kondisi kering, potensi hujan lebat secara lokal masih dapat terjadi. Pada periode 30 Juli-2 Agustus 2026, hujan lebat hingga sangat lebat tercatat di Aceh sebesar 164,3 mm per hari, Sumatra Utara 144 mm per hari, Sumatra Barat 102,5 mm per hari, Kepulauan Riau 97 mm per hari, dan Kalimantan Utara 59 mm per hari.
"Kondisi tersebut didukung oleh aktivitas Gelombang Kelvin dan Gelombang Rossby Ekuatorial serta anomali OLR negatif yang mengindikasikan peningkatan tutupan awan di sebagian wilayah Indonesia bagian barat hingga tengah," tulis BMKG dalam prakiraan Potensi Hujan Indonesia Sepekan ke Depan Periode 4-10 Agustus 2026.
Dari sisi iklim global, nilai indeks Niño 3.4 dasarian tercatat sebesar +2,45 dan Southern Oscillation Index (SOI) sebesar -29,2, mengindikasikan bahwa El Niño kuat masih berlangsung dan berpotensi mengalami penguatan.
Di sisi lain, anomali suhu muka laut di Samudra Hindia menunjukkan nilai indeks IOD sebesar +0,44 yang mengindikasikan kecenderungan menuju fase IOD Positif.
Kombinasi kedua fenomena tersebut secara umum berkontribusi terhadap berkurangnya pembentukan awan hujan di berbagai wilayah Indonesia.
Sejalan dengan kondisi tersebut, prakiraan curah hujan dasarian I Agustus 2026 menunjukkan dominasi curah hujan kategori rendah di sekitar 92,59 persen wilayah Indonesia, sementara sekitar 7,41 persen wilayah lainnya diprakirakan mengalami curah hujan kategori menengah.
Belum ada wilayah yang diprakirakan mengalami curah hujan kategori tinggi maupun sangat tinggi pada periode ini.
Potensi hujan masih dapat terjadi di sejumlah wilayah, salah satunya karena aktivitas Gelombang Rossby Ekuatorial yang melintasi sebagian Sumatra dan perairan sekitarnya yang mendukung pertumbuhan awan hujan.
Selain itu, sirkulasi siklonik di Samudra Hindia barat Bengkulu berpotensi membentuk daerah konvergensi dan konfluensi di wilayah Samudra Hindia barat Sumatra Barat hingga Bengkulu yang dapat meningkatkan peluang terjadinya hujan.
Peningkatan kecepatan angin permukaan hingga lebih dari 25 knot juga diprakirakan masih terjadi dalam beberapa hari ke depan di sejumlah perairan.
Kondisi ini berpotensi meningkatkan tinggi gelombang laut di wilayah perairan tersebut sehingga perlu menjadi perhatian bagi aktivitas pelayaran dan masyarakat pesisir.
(lom)