Mirip Insiden OpenAI, Model AI Meta Hack Perusahaan Saat Uji Coba

CNN Indonesia
Kamis, 06 Agu 2026 10:50 WIB
AI milik Meta lepas kendali dan meretas sistem perusahaan lain saat pengujian. Insiden ini serupa dengan kasus sebelumnya dari OpenAI dan Anthropic.
AI milik Meta lepas kendali dan meretas sistem perusahaan lain saat pengujian. Insiden ini serupa dengan kasus sebelumnya dari OpenAI dan Anthropic. (Foto: REUTERS/Dado Ruvic)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sebuah model kecerdasan buatan (AI) milik Meta terbukti bergerak di luar kendali dan meretas sistem perusahaan lain saat menjalani pengujian keamanan siber. Peristiwa ini menambah daftar kasus agen AI yang lepas kendali.

Juru bicara Meta mengonfirmasi kejadian ini dan menyebut bahwa peretasan ini terjadi akibat kekeliruan yang tidak disengaj selama proses pengujian model. Insiden ini mirip dengan kasus yang sebelumnya sempat diungkapkan oleh OpenAI dan Anthropic.

"Ketiadaan konfigurasi yang tepat dari pihak Irregular, perusahaan pengujian independen yang digunakan Meta, secara tidak sengaja memberikan model kami akses ke jaringan internet saat proses evaluasi berlangsung," ungkap juru bicara Meta, melansir CNN, Kamis (6/8).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Model bernama Muse Spark milik Meta ini memanfaatkan kerentanan keamanan pada perusahaan lain dengan cara serupa dengan insiden-insiden sebelumnya pada perusahaan AI lain.

Pihak Irregular, dalam sebuah pernyataan terpisah, menyampaikan bahwa insiden ini merupakan masalah evaluasi lingkungan yang persis sama seperti Anthropic pekan lalu. Masalah ini memungkinkan model AI mereka mengakses internet terbuka hingga akhirnya meretas sistem milik tiga organisasi berbeda.

"Insiden ini bukan disebabkan oleh tindakan keluar dari batasan sistem ataupun aksi siber yang canggih. Saat ini sudah tidak ada masalah yang menggantung. Irregular sedang menyusun dokumen panduan untuk membagikan panduan penanganan terbaik serta cara menjalankan evaluasi siber secara aman," kata juru bicara tersebut.

Berdasarkan laporan dari The Information, yang pertama kali memberitakan insiden ini, model AI milik Meta berhasil menembus sistem sebuah perusahaan yang tidak disebutkan namanya dan mengubah pengaturan sistem internal perusahaan tersebut.

Meta menyebutkan bahwa Irregular telah memberi tahu mereka mengenai peretasan ini. Meta menegaskan, saat ini pihaknya juga sedang menyelidiki masalah tersebut.

"Kami sedang melakukan investigasi dan akan merilis laporan evaluasi menyeluruh setelah seluruh fakta terkumpul," ujar Meta.

Meta menjadi perusahaan AI besar ketiga dalam beberapa minggu terakhir yang melaporkan kasus model AI menembus sistem perusahaan lain selama masa pengujian. Fenomena ini tidak hanya menyoroti lonjakan kemampuan agen AI yang makin canggih, tetapi juga memperlihatkan potensi bahaya yang dibawanya.

(dmi)


[Gambas:Video CNN]