150 Peneliti BRIN Temui Prabowo, Bawa Riset Nuklir Hingga Antariksa

CNN Indonesia
Kamis, 06 Agu 2026 14:27 WIB
Sekitar 150 peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menemui Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (6/8).
Sekitar 150 peneliti BRIN bertemu Presiden Prabowo untuk memaparkan temuan riset dari 12 klaster, termasuk pangan, energi, nuklir, dan antariksa guna memecahkan masalah bangsa. (Foto: CNN Indonesia/ Muhammad Naufal)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sekitar 150 peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menemui Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (6/8) untuk memamerkan sejumlah riset mereka.

Kepala BRIN Arif Satria mengatakan para peneliti akan memaparkan temuan-temuan BRIN untuk memecahkan persoalan bangsa.

"Kami paparkan ya overall ya dari 12 klaster itu: isu pangan, isu riset tentang pangan, riset tentang energi, riset tentang berkaitan untuk bisa mensupport produk kita untuk kampung nelayan, produk kita untuk MBG, kemudian juga riset antariksa, riset penerbangan, riset nuklir, kemudian riset logam tanah jarang, ya kemudian riset perumahan, riset transportasi, riset kesehatan," kata Arif di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (6/8).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Arif menyampaikan dari 12 klaster itu, terdapat sekitar 150 hingga 200 produk terkurasi yang akan disampaikan ke presiden.

Ia mengatakan setiap klaster memiliki kebanggaannya tersendiri. Misalnya, sektor energi yang disebut akan menghadirkan solusi untuk menghemat penggunaan gas.

"Begitupula dalam bidang pangan, kami juga punya peralatan pertanian, juga punya varietas-varietas unggul yang Bapak Presiden juga sering menyampaikan tentang bagaimana menghasilkan padi di lokasi yang memang memiliki lahan asin. Nah itu padi biosalin," ujar dia.

Selain itu, Arif menyampaikan mereka juga akan memamerkan produk-produk yang telah BRIN hasilkan.

Ia mengatakan ada produk-produk potensial yang memiliki prospek bagus, tetapi belum bisa masuk ke pasar.

(mnf/lom)


[Gambas:Video CNN]