Menko Polkam Ungkap Tantangan Modifikasi Cuaca untuk Padamkan Karhutla
Menteri Koordinator Bidang Politik (Menko Polkam) Djamari Chaniago menyebut bahwa salah satu upaya paling efektif memadamkan kebakaran hutan dan lahan di sejumlah daerah Indonesia adalah dengan melaksanakan operasi modifikasi cuaca.
Menurutnya, pemerintah sudah mengerahkan berbagai upaya untuk menangani masalah ini, baik melalui operasi udara maupun operasi darat. Untuk operasi udara, pemerintah mengerahkan sekitar 43 helikopter, serta 10 hingga 15 pesawat fixed-wing yang dapat dikerahkan sesuai kebutuhan.
"Melihat situasi seperti sekarang ini, upaya yang paling tepat, operasi yang paling tepat dilakukan adalah yang efektif, yang efektif, operasi udara sebenarnya sangat efektif. Menimbulkan hujan buatan yang dilakukan oleh BMKG dan BNPB, itu yang paling tepat, paling efektif," kata Djamari dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Senin (10/8).
Namun begitu, operasi ini bergantung pada keberadaan awan hujan. Tanpa awan hujan, pemerintah tak bisa melakukan operasi modifikasi cuaca.
"Tetapi ada satu persyaratan yang harus kita hadapi yaitu kita menemukan ada awan hujan, istilahnya awan hujan. Selama awan hujan itu tidak bisa kita temukan, tidak ada, kita tidak akan bisa membuat hujan buatan," kata dia.
"Untuk itu maka kita mewaspadai betul perubahan cuaca sedikit apapun yang kira-kira akan memunculkan awan hujan segera kita melakukan operasi modifikasi cuaca," lanjutnya.
Djamari mengatakan berdasarkan perkiraan, terdapat peluang munculnya awan hujan dalam beberapa hari hingga 18 Agustus.
"Minggu-minggu ini sampai dengan tanggal 18 Agustus itu ada tiga atau empat hari kemungkinan awan hujan ada.Kalau itu ada, itu memang mungkin anugrah yang diberikan kepada kita, mungkin menjelang 17 Agustus ini semoga itu akan keluar awan hujan itu," katanya.
Berdasarkan catatan pemerintah, lebih dari 107 ribu hektare terdampak karhutla di Indonesia hingga awal Agustus 2026. Pemerintah menyatakan ada enam provinsi paling rawan terjadi karhutla, berikut daftarnya:
- Riau
- Jambi
- Sumatera Selatan
- Kalimantan Barat
- Kalimantan Tengah
- Kalimantan Selatan.