Makam Berusia 2.400 Tahun Ditemukan, Diduga Kuburan Pegulat Turki
Sekelompok arkeolog menemukan sebuah makam di kuota kuno Aspendos, Turki, yang diduga merupakan kuburan seorang atlet gulat 2.400 tahun lalu.
Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Turki Mehmet Nuri Ersoy mengatakan bahwa hal tersebut diketahui dari artefak yang ikut ditemukan dalam makam tersebut. Para ilmuwan pun mulai meneliti temuan makam tersebut.
"Koin-koin berukir gambar pegulat serta artefak lain yang ditemukan di dalam makam menunjukkan bahwa sosok yang dimakamkan di sini kemungkinan terlibat dalam dunia olahraga, atau bahkan seorang pegulat," kata Mehmet dalam sebuah pernyataan resmi, melansir Live Science, Kamis (13/8).
Tim arkeolog menemukan kerangka dan berbagai artefak tersebut di dalam peti mati yang terbuat dari batu berbentuk kotak saat menggali di salah satu pemakaman di luar wilayah Aspendos. Makam ini diperkirakan berasal dari rentang tahun 475 hingga 300 SM, yakni pada periode Klasik kota tersebut.
Lihat Juga : |
Aspendos merupakan kota Greco-Roman yang terletak di wilayah barat daya Turki, sekitar 16 kilometer dari pesisir Laut Tengah. Kota ini didirikan oleh para pemukim Yunani pada abad kelima SM. Kota ini memiliki arena gimnasium Yunani yang besar serta stadion megah yang dibangun pada abad kedua masehi.
Stadion tersebut mampu menampung hingga 8.000 penonton untuk menyaksikan lomba lair, lempar lembing, dan gulat.
Olahraga gulat kuno berkaitan erat dengan Aspendos, terutama lewat peninggalan mata uangnya. Kota ini mencetak koin perak mereka sendiri yang menampilkan gambar dua pegulat pada salah satu sisinya.
Koin-koin perak yang dikenal sebagai starter ini dicetak selama lebih dari satu abad. Menurut studi tahun 2000 yang ditulis oleh Oğuz Tekin, seorang arkeolog dari Koç University di Turki, hal ini menandakan bahwa olahraga gulat memiliki nilai historis dan kebudayaan yang penting bagi masyarakat Aspendos.
Meski koin berukir gambar pegulat itu ditemukan di makam, namun pakar belum bisa memastikan sepenuhnya apakah jenazah di dalamnya benar-benar seorang pegulat.
"Masih diperlukan analisis yang jauh lebih mendalam sebelum kita bisa mengonfirmasi secara pasti apakah jasad tersebut adalah seorang pegulat," kata Sarah E. Bond, sejarawan dari University of Iowa yang tidak terlibat dalam penemuan ini.
Sebagai contoh, bukti seperti bekas patah tulang hidung yang telah menyatu kembali dapat menjadi petunjuk bahwa orang tersebut dulunya adalah seorang atlet.
"Temuan koin saja belum cukup untuk membuktikan bahwa ia adalah pegulat Yunani di era Klasik, sebab koin-koin ini dulunya beredar luas dan digunakan sebagai alat pembayaran oleh seluruh lapisan masyarakat, bukan hanya oleh para pegulat," jelasnya.
(dir/dir)