BAKTI Ungkap Ada 2.000 Blankspot Internet di RI, di Mana Terbanyak?

CNN Indonesia
Kamis, 13 Agu 2026 20:06 WIB
BAKTI Komdigi memaparkan jangkauan internet di wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T) . (Foto: Loamy Noprizal)
Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengungkap coverage internet sudah menjangkau 98 persen wilayah Tanah Air, tetapi masih ada sekitar 2.000 desa yang belum terjangkau atau menjadi blankspot. Papua disebut sebagai wilayah dengan blankspot terbanyak.

"Sekarang posisinya di seluruh Indonesia, ini totalnya ada sekitar 83.000 desa dan kelurahan, itu hampir 98 persen itu sudah ter-cover (internet). Masih ada sekitar 2.000 desa yang belum ter-cover," ujar Direktur Utama BAKTI Komdigi, Fadhilah Mathar dalam acara Bakti Media Connect 2026 di Jakarta, Rabu (12/8).

Wanita yang akrab disapa Indah ini menyebut wilayah yang paling banyak memiliki blankspot adalah Papua. Ia memperkirakan wilayah tersebut memiliki sekitar 700 blankspot yang tersebar di 6 provinsi.

Menurutnya, kondisi keamanan menjadi salah satu tantangan ketika menggelar jaringan internet di wilayah tersebut.

"Towernya, perangkat pasifnya itu sudah ada di lokasi, tapi karena prosesnya sangat sulit dan masalah keamanan, akhirnya ada beberapa puluh site yang kita akhirnya tidak bisa lanjutkan," tutur Indah.

"Kami pasti punya cita-cita Papua itu tercover semua ya, kami punya cita-cita seperti itu, tapi memang sekarang kami sedang koordinasi dengan pihak pertahanan keamanan, bagaimana kita melanjutkan terutama yang sudah ada infrastrukturnya," imbuhnya.

Lelang frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz yang beberapa waktu digelar disebut sebagai salah satu upaya untuk menutup blankspot yang saat ini masih ada.

Sebagai informasi, para operator seluler (opsel) pemenang lelang frekuensi mendapatkan kewajiban untuk menggelar koneksi internet 4G dan 5G sesuai dengan pita blok yang dimenangkan.

"Coverage ini bukan hanya persoalan yang perlu diselesaikan oleh pemerintah, tapi juga oleh swasta. Jadi kita semua kerja sama," tutur Indah.

Lebih lanjut, BAKTI Komdigi menghadirkan coverage internet di wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T) dengan beberapa infrastruktur, mulai dari base transceiver station (BTS) 4G, jaringan serat optik Palapa Ring, hingga Satelit Republik Indonesia (Satria 1) yang berkapasitas 150 Gbps.

Saat ini, upaya BAKTI telah menghadirkan akses internet di 31.864 titik layanan publik dan sinyal 4G di 6.747 desa.

Sementara itu, Palapa Ring yang membentang sepanjang 12.148 kilometer telah melayani 131 lokasi titik Network Operation Center (NOC) di 57 kabupaten/kota non-komersial.

Opsi exit

Indah menyebut BAKTI menghadirkan jaringan internet di kawasan 3T sebagai perintis. Ketika wilayah tersebut sudah menarik untuk swasta secara komersial, maka BAKTI memiliki opsi untuk exit.

"(Kriteria exit) salah satunya adalah ketika operator seluler sudah bisa mengambil alih, (wilayah) di sini sudah bisa komersil, artinya kita pemerintah tidak harus ada di situ lagi, itu kita keluar," jelas Indah.

Ia mengatakan pihaknya sudah exit dari beberapa ratus wilayah, di antaranya beberapa wilayah NTT. Kondisi tersebut memungkinkan karena sisi komersial wilayah tersebut sudah tumbuh.

(lom)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK