Elon Musk: Era AI SpaceX Bisa Hasilkan Rp8.911 Triliun Tahun 2028

CNN Indonesia
Sabtu, 15 Agu 2026 16:00 WIB
Elon Musk memprediksi pendapatan AI SpaceX bisa mencapai US$500 miliar atau sekitar Rp8.911 triliun per tahun.
Elon Musk memprediksi pendapatan AI SpaceX bisa mencapai US$500 miliar atau sekitar Rp8.911 triliun per tahun. (Foto: Arsip Spacexai)
Jakarta, CNN Indonesia --

CEO SpaceX Elon Musk memperkirakan bisnis kecerdasan buatan (AI) perusahaannya dapat menghasilkan pendapatan hingga US$500 miliar atau sekitar Rp8.911,5 triliun per tahun setelah kapasitas komputasinya meningkat drastis.

SpaceX menargetkan kapasitas komputasi AI sebesar 10 gigawatt (GW) dapat beroperasi pada akhir 2027, melonjak dari kapasitas saat ini sekitar 1,4 GW.

"Nilai per watt mungkin akan berada di kisaran US$30 hingga US$50, yang berarti jika kami mengoperasikan 10 gigawatt AI pada akhir tahun depan, pendapatannya akan mencapai US$300 miliar hingga US$500 miliar per tahun," kata Musk dalam pidato kepada karyawan SpaceX yang diunggah di X, Kamis (13/8).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dengan kurs US$1 sebesar Rp17.823, proyeksi pendapatan tersebut setara sekitar Rp5.346,9 triliun hingga Rp8.911,5 triliun per tahun.

"Angka yang besar," ujar Musk.

SpaceX selama ini dikenal sebagai perusahaan antariksa yang mengembangkan roket Falcon 9 dan Falcon Heavy, wahana Dragon, serta roket Starship.

Namun, Musk mengatakan AI kini menjadi bagian yang semakin penting dari bisnis SpaceX.

Pendapatan AI bahkan diperkirakan melampaui seluruh sumber pendapatan SpaceX lainnya pada September 2026 dan menjadi jauh lebih besar pada kuartal IV tahun ini.

"Pendapatan AI kami mungkin akan melampaui seluruh pendapatan SpaceX lainnya pada September, seperti bulan depan, dan akan jauh melampaui seluruh pendapatan SpaceX lainnya pada kuartal keempat," katanya.

"Jadi, AI telah menjadi bagian yang sangat penting dari masa depan SpaceX," lanjut dia, dikutip dari Space.

Awal tahun ini, SpaceX membeli xAI, perusahaan AI yang juga didirikan Musk pada 2023.

xAI merupakan pengembang chatbot Grok dan mengoperasikan klaster superkomputer Colossus di Tennessee, Amerika Serikat (AS).

Menurut Musk, transformasi SpaceX menuju perusahaan berbasis AI masih akan berlanjut dalam beberapa tahun mendatang.

"Mungkin dalam empat atau lima tahun, AI akan menjadi 99 persen dari nilai SpaceX. Lima tahun, saya yakin," kata Musk.

"Dan nilai SpaceX akan menjadi angka yang sangat besar," imbuhnya.

SpaceX juga berencana membangun kompleks manufaktur semikonduktor besar bernama Terafab di Texas bersama Tesla.

Fasilitas tersebut dirancang memproduksi chip semikonduktor canggih untuk berbagai keperluan.

Selain itu, perusahaan berambisi meluncurkan satu juta satelit AI bernama "Starmind" ke orbit rendah Bumi menggunakan Starship. Roket tersebut saat ini masih dalam tahap pengembangan.

Dalam jangka panjang, ambisi SpaceX bahkan mencakup pembangunan pabrik di Bulan untuk membuat pusat data di luar Bumi.

Satelit AI nantinya direncanakan diluncurkan dari permukaan Bulan menggunakan electromagnetic mass driver, sistem peluncuran elektromagnetik berdaya tinggi.

(lom)
placeholder