China Digempur Cuaca Ekstrem, Xi Jinping Soroti Mitigasi Bencana

CNN Indonesia
Minggu, 16 Agu 2026 05:00 WIB
Presiden Xi Jinping menyerukan peningkatan kemampuan China dalam mencegah dan merespons bencana alam. (Foto: REUTERS/Athit Perawongmetha)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden China Xi Jinping menyerukan penguatan kemampuan dalam mencegah, memitigasi, dan merespons bencana alam setelah rangkaian banjir dan longsor mematikan melanda negara tersebut sepanjang musim panas tahun ini.

Pernyataan Xi diterbitkan pada Sabtu (15/8) di Qiushi, jurnal yang menjadi salah satu saluran utama pesan Partai Komunis China. Pernyataan berasal dari pidato Xi dalam sesi belajar Politbiro pada 28 April lalu.

Seruan itu muncul setelah China dihantam topan terkuat tahun ini serta serangkaian longsor yang menewaskan puluhan orang.

"Seiring pemanasan global terus berlanjut, kejadian cuaca ekstrem dan bencana seperti hujan lebat, banjir, topan, dan kekeringan meningkat secara signifikan, sehingga memperparah dampak kerusakannya," kata Xi, dikutip dari Reuters, Sabtu (15/8).

Xi mendesak agar dilakukan perubahan ke upaya pencegahan sebelum bencana, penguatan sistem pemantauan dan peringatan dini, serta upaya untuk mengatasi kelemahan dalam infrastruktur pengendalian banjir dan drainase di wilayah utara China.

China dalam beberapa waktu terakhir menghadapi serangkaian cuaca ekstrem yang menimbulkan korban jiwa dan kerusakan.

Topan terkuat yang menghantam China tahun ini membawa hujan deras ke ibu kota hingga menyebabkan jalan-jalan utama terendam dan kendaraan terjebak.

Bulan lalu, longsor yang dipicu banjir bandang di Provinsi Gansu, wilayah barat laut China, menewaskan 25 orang.

Kemudian, longsor lain di Chongqing, China barat daya, yang terjadi akibat runtuhnya gunung menewaskan 51 orang.

China juga semakin sering menghadapi cuaca destruktif yang oleh para ilmuwan dikaitkan dengan perubahan iklim.

Kondisi tahun ini juga berlangsung di tengah munculnya pola El Niño yang meningkatkan suhu dan memicu topan lebih sering serta intens.

"(China akan) terus meningkatkan kemampuan dan tingkat pencegahan serta respons terhadap berbagai bencana alam, dan secara efektif menjaga kehidupan dan harta benda masyarakat serta stabilitas sosial," kata Xi.

Lebih lanjut, Xi menekankan risiko bencana tidak boleh berkembang hingga mengganggu keamanan ekonomi, energi, pangan, maupun sosial.

Ia juga mendorong pemanfaatan teknologi dalam upaya penyelamatan dan penanganan bencana.

Teknologi yang disebut antara lain kecerdasan buatan atau AI, drone, dan penginderaan jauh berbasis satelit.

Menurut Xi, peningkatan kapasitas pencegahan dan respons terhadap bencana diperlukan untuk melindungi masyarakat sekaligus menjaga stabilitas sosial.

(lom)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK