Peringatan BMKG, Ini Daerah Potensi Kekeringan Ekstrem Agustus 2026

CNN Indonesia
Kamis, 20 Agu 2026 09:34 WIB
Kekeringan ekstrem melanda sejumlah wilayah di Indonesia akibat El Nino. BMKG mengeluarkan peringatan untuk daerah berisiko tinggi. (Foto: ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sejumlah wilayah di Indonesia mengalami kekeringan ekstrem imbas musim kemarau dan fenomena El Nino kategori kuat. Simak daftar daerahnya.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) peringatan dini kekeringan meteorologis untuk sejumlah wilayah pada Dasarian II atau periode 11-20 Agustus 2026. Bahkan, sejumlah wilayah di delapan provinsi masuk dalam kategori Awas.

Merujuk pemetaan BMKG, peringatan kekeringan dibagi menjadi tiga kategori berdasarkan tingkat keparahannya, yakni Waspada, Siaga, dan Awas.

Hasil monitoring BMKG pada Dasarian I Agustus 2026 juga menunjukkan indeks IOD dasarian sebesar +0,457. Sementara itu, nilai SSTA di region Nino3,4 secara dasarian adalah sebesar +2,77, yang menunjukkan El Nino dengan intensitas sangat kuat.

Curah hujan pada Dasarian I Agustus 2026 bervariasi dari kriteria tinggi 0,93 persen, menengah 8,28 persen, dan rendah 90,79 persen.

Lebih lanjut, berdasarkan jumlah ZOM, sebanyak 76,5 persen wilayah Indonesia (535 ZOM) mengalami musim kemarau. Dari jumlah tersebut, BMKG mengatakan sekitar 48,84 persen wilayah daratan Indonesia memasuki puncak kemarau pada Agustus.

Berikut daftar daerah potensi kekeringan ekstrem Agustus 2026 menurut kategori BMKG:

Kategori Waspada

Peringatan ini berlaku di beberapa kabupaten/kota di wilayah-wilayah berikut:

Kategori Siaga

Peringatan ini berlaku di beberapa kabupaten/kota di wilayah-wilayah berikut:

Kategori Awas

Peringatan ini berlaku di beberapa kabupaten/kota di wilayah-wilayah berikut:

Sudah lebih 3 bulan

Salah satu wilayah yang terdampak kekeringan ekstrem adalah Bima, NTB. BMKG mencatat hari tanpa hujan di Kabupaten Bima sudah mencapai 84 hari atau hampir tiga bulan.

"Kecamatan Belo dan Kecamatan Bolo di Kabupaten Bima menempati daerah paling lama tanpa hujan," kata Prakirawan Stasiun Klimatologi NTB Suci Agustiarini, melansir Antara.

Pada dasarian I Agustus 2026, curah hujan di NTB secara umum didominasi kategori rendah dengan kisaran 0 hingga 10 milimeter per dasarian. Curah hujan tertinggi tercatat di Pos Hujan Kokok Putih, Sembalun (47 milimeter per dasarian).

BMKG memperkirakan kondisi kering masih terus berlanjut hingga beberapa pekan ke depan seiring dengan masuknya puncak musim kemarau dan pengaruh El Nino.

(dmi)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK