BMKG Deteksi Ribuan Titik Panas, Terbanyak di Kalimantan
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memetakan ribuan titik panas di Indonesia di tengah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang tengah terjadi di sejumlah wilayah. Titik panas terbanyak disebut berada di wilayah Kalimantan.
Berdasarkan data Monitoring dan Potensi Kebakaran Hutan dan Lahan per 20 Agustus 2026, BMKG mendeteksi asap di sejumlah wilayah seperti Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara.
Sebaran asap disebut bergerak ke arah barat-timur laut. Arah angin di Indonesia pada umumnya bertiup dari tenggara ke barat laut-utara.
Kemudian, BMKG juga mendeteksi titik panas tingkat kepercayaan tinggi per 19 Agustus dengan 34 titik di Sumatra yang erdiri atas 7 titik di Riau, 2 titik di Jambi, 5 titik di Sumatera Selatan, 1 titik di Kepulauan Riau, 15 titik di Kepulauan Bangka Belitung, dan 4 titik di Lampung
Sementara itu, di Kalimantan terdeteksi sebanyak 1106 titik, yang terdiri atas 521 titik di Kalimantan Barat, 424 titik di Kalimantan Tengah, 40 titik di Kalimantan Selatan, 103 titik di Kalimantan Timur, dan 18 titik di Kalimantan Utara.
Kemudian, di Papua terdeteksi sebanyak 179 titik, yang terdiri atas 2 titik di Papua, 14 titik di Papua Barat, 1 titik di Papua Barat Daya, 8 titik di Papua Pegunungan, 144 titik di Papua Selatan, dan 10 titik di Papua Tengah.
Selain titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi, BMKG juga mendeteksi titik panas dengan titik kepercayaan rendah dan sedang.
Tak hanya di Sumatra, Kalimantan, dan Papua, titik panas juga terdeteksi di Jawa, Nusa Tenggara, Sulawesi, dan Maluku.
Berikut daftar sebaran titik panas berdasarkan tingkat kepercayaannya:
- Sumatra: rendah (40), sedang (789), tinggi (34)
- Kalimantan: rendah (337), sedang (8134), tinggi (1106)
- Jawa: rendah (4), sedang (176), tinggi (13)
- Nusa Tenggara: rendah (127), sedang (698), tinggi (50)
- Sulawesi: rendah (79), sedang (589), tinggi (14)
- Papua dan Maluku: rendah (84), sedang (1764), tinggi (187).
"Mengingat jumlah titik api di Sumatera bagian tengah - selatan, di sebagian besar Kalimantan, dan di Papua bagian selatan yang cukup banyak, dan disertai dengan kondisi dinamika atmosfer yang kering dan memudahkan penyebaran api, maka perlu perhatian khusus di beberapa wilayah," tulis BMKG dalam laporan tersebut.
Perhatian khusus, kata BMKG, diperlukan di wilayah seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Riau, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara.
Karhutla masih menyala di sejumlah wilayah Tanah Air dalam beberapa hari terakhir, salah satunya di Kalimantan. Dampak karhutla terutama kabut asap pekat terasa di beberapa lokasi wilayah tersebut, bahkan sampai menyeberang ke negara tetanggan, Malaysia.
(lom)