Gempuran AI, Bill Gates Usul Siapkan Pekerjaan Khusus Manusia

CNN Indonesia
Kamis, 27 Agu 2026 15:38 WIB
Bill Gates dalam esai terbarunya mengingatkan perusahaan untuk melindungi pekerjaan manusia dari ancaman AI.
Bill Gates dalam esai terbarunya mengingatkan perusahaan untuk melindungi pekerjaan manusia dari ancaman AI. (Foto: AFP/NICHOLAS KAMM)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pendiri Microsoft Bill Gates meminta perusahaan di sektor-sektor tertentu menyiapkan pekerjaan khusus untuk manusia di tengah meledaknya perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI). Ia mengungkap kekhawatirannya tersebut dalam sebuah esai.

Gates, dalam sebuah esai bertajuk "The turbulent AI era is here. The choices we make are critical", menyampaikan pendapatnya terkait teknologi AI dan dampaknya terhadap lapangan pekerjaan.Dalam esai tersebut, ia menganalogikan upaya menyelamatkan lapangan pekerjaan manusia dari ancaman AI dengan konsep cagar alam.

Hal ini serupa dengan melindungi cagar alam agar tidak dirusak oleh pembangunan gedung atau jalan demi menjaga lingkungan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia merasa setiap perusahaan harus melindungi profesi-profesi tertentu agar tetap dikerjakan oleh manusia dan tidak digantikan oleh AI. Ranah ini disebutnya sebagai human reserved atau khusus manusia.

"Banyak pekerjaan akan hilang selamanya. Saya percaya bahwa seiring dengan berkembangnya AI dan robot, kita akan menyisihkan hal-hal tertentu supaya hanya dilakukan oleh manusia," tulis Bill Gates dalam esainya, dikutip dari The Guardian, Kamis (27/8).

Menurut Gates, salah satu contohnya adalah tenaga medis yang merawat mendiang ayahnya karena penyakit Alzheimer enam tahun lalu. Menurutnya, profesi ini hanya bisa dilakukan oleh manusia dan tidak bisa digantikan oleh sebuah robot.

"Bayangkan sebuah robot memberi Anda kabar buruk bahwa Anda menderita penyakit yang tidak dapat disembuhkan. Secara teknis, memang tidak ada alasan mengapa robot tidak bisa melakukannya. Tetapi tetap saja, itu tidak seharusnya dilakukan," tuturnya.

Dalam esai tersebut, Gates menilai pemerintah negara-negara di dunia belum siap menghadapi besarnya dampak AI. Ia menegaskan para pemerintah harus menyiapkan aturan terkait hal ini.

Gates membandingkan fenomena ini dengan perombakan besar-besaran sistem negara pasca-peristiwa 9/11 yang dilakukan oleh pemerintah AS. Menurutnya, AI membutuhkan upaya lebih besar karena memengaruhi seluruh sektor yang ada di suatu negara, terutama lapangan kerja.

"AI akan membutuhkan upaya yang jauh, jauh lebih besar. Hal ini akan memengaruhi keamanan nasional serta lapangan kerja, pendidikan, perpajakan, energi, pemilu, udara dan air, kesehatan masyarakat, sistem keuangan, penegakan hukum, transportasi, lahan publik dan sistem TI," kata Gates.

Dalam esai tersebut, ia turut menyampaikan kekhawatirannya terkait dampak AI terhadap pendidikan. Khususnya, untuk anak-anak muda.

"Ironisnya, alat yang sama yang akan memungkinkan orang belajar lebih banyak hal dari sebelumnya, juga bisa menyebabkan banyak orang belajar lebih sedikit," jelas Bill Gates.

"Sebuah survei awal menunjukkan bahwa penggunaan AI yang lebih intensif dikaitkan dengan berkurangnya kemampuan berpikir kritis. Efek ini lebih kuat pada kaum muda," imbuhnya.

Sebagai bagian dari upaya global, kerja sama antara AS dan China kata Bill Gates. Stafnya tengah berupaya mengatur pertemuan dengan Presiden China Xi Jinping pada bulan November untuk membahas upaya global dalam mengurangi risiko yang semakin meningkat akibat AI.

(nad/dmi)
placeholder