Mengenal Sesar Cimandiri yang Picu Gempa M4,3 di Cianjur

CNN Indonesia
Rabu, 02 Sep 2026 15:45 WIB
Ilustrasi. Gempa M4,3 mengguncang Cianjur akibat aktivitas Sesar Cisokan yang merupakan bagian dari Sesar Cimandiri. (Foto: iStockphoto)
Jakarta, CNN Indonesia --

Anggota Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI) Daryono menyebut gempa M4,3 yang mengguncang wilayah Cianjur dan sekitarnya pada Selasa (1/9) dipicu oleh aktivitas Sesar Cisokan yang merupakan bagian Sesar Cimandiri.

"Gempa magnitudo M 4,3 yang mengguncang wilayah Kab Cianjur, Jawa Barat dan sekitarnya pada Selasa, 1 September 2026 pukul 17:53:11 WIB dipicu Ujung barat Segmen Sesar Cisokan," kata Daryono pada Selasa (1/9).

Ia menjelaskan Sesar Cisokan dulu bernama segmen rajamandala yang merupakan bagian dari Sesar Cimandiri

Menurut Perekayasa Ahli Utama dari Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN Putri Natari Ratna Sesar Cimandiri adalah sebuah sistem sesar aktif yang berpotensi memengaruhi kegempaan di wilayah tersebut.

Dalam penelitian bertajuk "Geological and geomorphological insights into the Cimandiri Fault system: Fieldwork and preliminary findings in West Java, Indonesia", ia menjelaskan bahwa Sesar Cimandiri merupakan salah satu sesar aktif di Jawa Barat yang membentang sekitar 100 Km, mulai dari Pelabuhan Ratu hingga Padalarang.

"Penelitian tentang Sesar Cimandiri sebenarnya sudah banyak dilakukan, namun hasilnya belum cukup konklusif. Karena itu, BRIN melakukan penelitian yang lebih komprehensif untuk memahami karakteristik dan pergerakan Sesar Cimandiri," ujar Putri, melansir laman BRIN, Kamis (30/10).

Berdasarkan penelitian Teknik Geologi Universitas Padjadjaran pada 2017, sesar Cimandiri merupakan sesar tua yang terbentuk selama berlangsungnya orogenesa tahap II, yaitu pada waktu Akhir Eosen Tengah.

"Sesar ini terus aktif hingga menyebabkan terbentuknya tinggian purba (paleo hight) antara Lembah Ciletuh dan Lembah Cimandiri," kata Iyan Haryanto salah satu penulis jurnal.

Ia menjelaskan sesar Cimandiri terdiri atas dua sesar regional, yang pertama sebagai sesar naik yang dicirikan oleh deformasi lipatan batuan yang umumnya tegak, dan sebagai sesar normal yang dicirikan dengan terbentuknya gawir sesar dengan kemiringan di atas 50 derajat bahkan di beberapa lokasi mendekati vertikal.

Di samping itu dalam jurnal Universitas Gadjah Mada yang ditulis oleh Muhammad Adis S W pada 2018, sesar Cimandiri merupakan sesar aktif di Jawa Barat dengan arah orientasi timur laut barat daya.

Muhammad menjelaskan sesar ini telah menyebabkan beberapa gempa bumi seperti Gempa Pelabuhan Ratu (1900), Gempa Padalarang (1910), Gempa Conggeang (1948), Gempa Tanjungsari (1972), Gempa Cibadak (1973), Gempa Gandasoli (1982) dan Gempa Sukabumi (2001).

Ia menjelaskan segmen-segmen sesar Cimandiri tersebut adalah segmen sesar Cimandiri Pelabuhan Ratu-Citarik, Citarik­ Cadasmalang, Ciceureum-Cirampo, Cirampo-Pangleseran, Pangleseran-Cibeber, dan beberapa segmen Cibeber sampai Padalarang serta segmen Padalarang­ Tangkuban Perahu.

"Yang dapat diamati sebagai lembah sungai yang berarah hampir timur-barat dan membelok ke arah timur laut mulai dari Cibeber ke arah timur," ujarnya.

(lom)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK