Zohran Mamdani Larang Penggunaan AI Generatif di Sekolah

CNN Indonesia
Kamis, 03 Sep 2026 13:42 WIB
Wali Kota New York, Zohran Mamdani, melarang penggunaan AI di sekolah untuk siswa usia dini hingga SMP selama satu tahun.
Wali Kota New York, Zohran Mamdani, melarang penggunaan AI di sekolah untuk siswa usia dini hingga SMP selama satu tahun. (Foto: via REUTERS/NYC Mayor's Office via YouTube)
Jakarta, CNN Indonesia --

Wali Kota New York Zohran Mamdani mengumumkan pelarangan penggunaan kecerdasan buatan (AI) bagi siswa sekolah pada Kamis (3/9).

Pelarangan tersebut dituangkan dalam bentuk moratorium penggunaan AI yang berhadapan langsung dengan siswa usia dini hingga sekolah menengah pertama selama satu tahun.

Kebijakan tersebut berlaku untuk siswa jenjang 2-K hingga kelas delapan pada tahun ajaran mendatang dan akan berdampak pada sekitar 600 ribu siswa atau dua pertiga populasi siswa sekolah negeri New York City.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Langkah itu menjadi salah satu pembatasan AI paling agresif yang diterapkan distrik sekolah besar di Amerika Serikat (AS).

"Industri teknologi ingin kita percaya bahwa AI dalam pendidikan usia dini bukan hanya tak terhindarkan, tetapi juga diperlukan," kata Mamdani dalam konferensi pers di Brooklyn, dikutip dari Politico.

"Saya belum melihat studi yang menunjukkan bahwa AI bermanfaat bagi siswa sekolah dasar dan menengah, kecuali tentu saja penelitian yang disponsori perusahaan-perusahaan yang akan mendapatkan keuntungan," tambahnya.

Mamdani mengatakan orang tua di New York berhak mengetahui anak-anak mereka mendapatkan pendidikan berkualitas tanpa data mereka dimanfaatkan perusahaan teknologi.

"Mereka berhak tahu bahwa data anak-anak mereka tidak akan ditambang Big Tech, dan perkembangan anak-anak mereka tidak akan dikorbankan demi keuntungan perusahaan," ujarnya.

Kebijakan ini muncul di tengah meningkatnya penolakan terhadap penggunaan teknologi di ruang kelas di AS. Sejumlah orang tua bahkan mendorong agar sekolah mengurangi paparan teknologi pada anak.

Sejumlah negara bagian seperti Virginia, Idaho, dan Oklahoma sebelumnya telah meminta lembaga pendidikan mereka menyusun panduan penggunaan AI di sekolah.

Namun, pendekatan yang diambil New York City lebih ketat dengan menghentikan sementara penggunaan AI untuk siswa yang lebih muda.

Puluhan program AI bakal dimatikan

Mamdani mengatakan pemerintah kota akan menghentikan atau menonaktifkan komponen AI pada lebih dari 38 program yang sebelumnya diperbolehkan jika produk tersebut tidak memenuhi standar keselamatan dan pengawasan baru. Salah satu yang terdampak adalah Amira, tutor membaca berbasis AI.

Pemerintah kota juga tidak akan menggunakan produk yang tidak memungkinkan fitur AI dimatikan.

Selain AI, New York City juga membatasi penggunaan perangkat individual di ruang kelas.

Penggunaan perangkat secara umum dilarang untuk siswa dari jenjang prasekolah hingga kelas dua.

Untuk siswa kelas tiga hingga lima, sekolah direkomendasikan membatasi waktu penggunaan perangkat individual maksimal 30 menit. Sementara siswa sekolah menengah pertama direkomendasikan maksimal 45 menit.

Presiden American Federation of Teachers Randi Weingarten menilai kebijakan tersebut mirip dengan usulan organisasinya.

Menurutnya, siswa yang lebih tua perlu dipersiapkan menghadapi dunia digital dan diajarkan menggunakan AI secara hati-hati.

Namun, anak yang lebih muda dinilai perlu lebih banyak belajar berpikir tanpa terlalu banyak layar dan tanpa menyerahkan proses kognitif kepada teknologi.

Lebih lanjut, pendekatan berbeda diterapkan untuk siswa sekolah menengah atas karena Mamdani menilai remaja tumbuh di dunia yang sudah dipenuhi AI.

New York City akan menjalankan lima proyek percontohan AI yang mencakup maksimal 50 ribu siswa SMA atau sekitar 5 persen dari populasi siswa sekolah negeri.

Seluruh siswa SMA juga akan mendapatkan kelas literasi AI dua kali dalam setahun.

Pengecualian terhadap larangan AI juga diberikan untuk teknologi asistif bagi sebagian siswa penyandang disabilitas dan pelajar bahasa Inggris, serta untuk tugas pemrograman dan buku elektronik.

(lom)
placeholder