Google segera meluncurkan beberapa pembaruan fitur yang akan meningkatkan pengalaman pengguna HP Android. Salah satunya adalah fitur Motion Assist, yang diklaim dapat membantu mengurangi mabuk perjalanan.
Motion Assist merupakan fitur yang dirancang untuk membantu orang yang mudah merasa mual atau mabuk perjalanan saat menggunakan ponsel di kursi penumpang dalam kendaraan berjalan.
Dalam rilisan blognya (1/9), Google menjelaskan bahwa fitur ini bekerja dengan menayangkan titik-titik gelembung di tepi layar yang akan bergerak menyesuaikan arah gerak kendaraan menggunakan sensor gerak pada ponsel.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gelembung-gelembung ini akan menyesuaikan cara kendaraan berbelok, mempercepat, atau mengerem secara real-time.
Motion Assist akan membantu mengurangi ketidaksesuaian antara apa yang dilihat pengguna di layar dan apa yang dirasakan tubuhnya saat berjalan, sehingga penggunaan ponsel dalam perjalanan menjadi lebih nyaman.
Pengguna dapat mengatur agar Motion Assist aktif secara otomatis, menambahkannya ke Quick Settings, dan memilih sendiri bentuk, warna, dan tingkat transparan gelembung-gelembung yang akan ditampilkan. Google mengatakan fitur ini akan tersedia bagi pengguna Android 17 atau di atasnya.
Untuk mengatur atau menggunakan fitur bantuan gerak, pengguna harus terlebih dahulu menemukannya di pengaturan. Berikut caranya:
- Buka aplikasi Pengaturan di perangkat Anda.
- Ketuk profil Anda, lalu pilih Semua layanan.
- Dalam "Keamanan pribadi & perangkat," klik Motion Assist atau Bantuan Gerakan.
Dikutip dari Tech Crunch, konsep ini sebenarnya tidak sepenuhnya baru. Apple lebih dulu memperkenalkan "Vehicle Motion Cues" sejak tahun 2024, fitur tersebut juga menggunakan titik-titik animasi bergerak di tepi layar.
Kenapa main HP di mobil bikin mual?
Scrolling media sosial atau mengetik di kendaraan dapat membuat seseorang pusing dan mual (motion sickness). Para ahli menjelaskan bahwa hal ini disebabkan oleh mekanisme keseimbangan tubuh yang terganggu.
Tubuh merasa mual saat mabuk perjalanan ketika otak merasakan pergerakan dengan menangkap sinyal yang diberikan telinga, mata, otot, dan sendi-sendi.
"Ketika ada ketidakselarasan antara apa yang dikatakan telinga bagian dalam kita, apa yang dilihat mata kita, dan bagaimana kita bergerak, otak kita mungkin tidak tahu bagaimana memprosesnya,"kata ahli saraf Neil Cherian.
Kondisi motion sickness merupakan cara tubuh merespons informasi sensorik yang saling bertentangan. Misalnya, ketika mata fokus menatap ponsel, tapi bagian tubuh lainnya merasakan gerakan mobil.
Motion sickness dapat diatasi dengan membuat sinkron apa yang dirasakan oleh pendengaran, penglihatan, dan bagian tubuh lainnya.
(fta/dmi)

