Internet RI Masih di Papan Bawah, XLSmart Bidik 3 Besar Asia
XLSmart menggenjot pembangunan jaringan dan layanan internet, termasuk jaringan 5G, dengan harapan kualitas internet Indonesia bisa naik dari papan bawah. XLSmart bahkan menargetkan Indonesia bisa mengejar posisi 3 di Asia.
Direktur dan Chief Regulatory Officer XLSmart Merza Fachys mengatakan peningkatan kualitas konektivitas tidak hanya ditujukan untuk memperbaiki layanan pelanggan, tetapi juga mendorong posisi Indonesia dalam layanan internet.
"Dengan demikian, kita harapkan ranking Indonesia dalam layanan internet akan meningkat, naik kepada ranking yang lebih atas," ujar Merza dalam Media Gathering XLSmart di Surabaya, Jumat (4/9).
Menurutnya, Indonesia saat ini masih berada di posisi bawah. XLSmart berharap peningkatan jaringan dapat ikut membawa posisi Indonesia setidaknya ke kelompok tengah di Asia.
"XLSmart bertekad ingin meningkatkan ranking Indonesia paling enggak di Asia ini, yang dari paling bawah mungkin sudah meningkat ke tingkat tengah. Mudah-mudahan bisa sampai tiga besar harapannya," katanya.
Upaya tersebut salah satunya dilakukan melalui perluasan jaringan 5G.
XLSmart sebelumnya menargetkan layanan 5G tersedia di 88 kota/kabupaten hingga akhir 2026.
Namun, Direktur dan Chief Technology Officer XLSmart Shurish Subbramaniam mengatakan perusahaan kini menaikkan target tersebut menjadi 101 kota/kabupaten.
"Kita agree to expand 101 kota. Kota-kota baru, Lombok, Malang akan turn on sebelum akhir tahun ini," kata Shurish.
Lihat Juga : |
Ambisi perluasan jaringan 5G tersebut salah satunya berbekal implementasi frekuensi 2,6 GHz yang baru saja didapatkan XLSmart dari lelang beberapa waktu lalu. Selain frekuensi 2,6 GHz, XLSmart juga mendapatkan pita frekuensi 700 MHz dalam lelang tersebut.
Spektrum 700 MHz akan digunakan untuk mendukung perluasan cakupan dan penetrasi sinyal, sedangkan frekuensi 2,6 GHz ditujukan untuk menambah kapasitas di wilayah dengan konsumsi dan kepadatan trafik tinggi.
Perusahaan menyebut implementasi akan dilakukan bertahap dengan mempertimbangkan kebutuhan pelanggan, perkembangan trafik, kesiapan infrastruktur, serta karakteristik masing-masing wilayah.
Untuk mendukung ekspansi tersebut, XLSmart juga menaikkan panduan capitalized capex 2026 dari Rp15 triliun menjadi Rp20 triliun.
Investasi itu antara lain digunakan untuk mendukung operasional lebih dari 265 ribu BTS, perluasan 5G, penggunaan spektrum baru, serta mempercepat investasi jaringan yang sebelumnya dijadwalkan pada tahun berikutnya.
(lom)