Sejumlah wilayah di Indonesia berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat serta angin kencang pada hari ini, Kamis (17/9). Simak daftarnya berikut ini.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini hujan untuk 16-18 September 2026.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam peringatan tersebut, BMKG menyebut sejumlah wilayah Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua berpotensi diguyur hujan sedang hingga lebat atau berstatus Waspada.
Tidak ada wilayah yang berstatus Siaga maupun Awas pada hari ini.
Berikut daftar wilayah berpotensi hujan sedang hingga lebat dan angin kencang:
Hujan sedang hingga lebat
- Aceh
- Sumatra Utara
- Sumatra Barat
- Kalimantan Barat
- Kalimantan Tengah
- Kalimantan Timur
- Kalimantan Utara
- Sulawesi Selatan
- Papua Pegunungan
- Papua
Angin kencang
- Banten
- Jawa Barat
- Jawa Timur
- Maluku
- Maluku Utara
- Nusa Tenggara Timur
- Papua Barat Daya
- Papua Selatan
- Sulawesi Selatan
- Sulawesi Utara
Waspada angin kencang lokal
Pada periode dasarian II September hingga dasarian I Oktober 2026, curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia masih diprakirakan berada pada kategori rendah hingga menengah.
BMKG menyebut curah hujan rendah, yakni kurang dari 50 mm per dasarian, diperkirakan terjadi di Sumatra bagian tengah hingga selatan, Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, sebagian besar Kalimantan dan Sulawesi, Maluku Utara, Maluku, serta sebagian wilayah Papua.
"Kondisi ini menunjukkan bahwa pasokan uap air untuk mendukung pembentukan awan hujan masih relatif terbatas, salah satunya berkaitan dengan pengaruh El Niño kategori sangat kuat yang cenderung mengurangi suplai kelembapan ke wilayah Indonesia," tulis BMKG dalam prakiraan Potensi Hujan Indonesia Sepekan ke Depan Periode 15-21 September 2026.
Meski demikian, peluang hujan tetap ada di sejumlah daerah. Pada periode 15-21 September 2026, hujan diprakirakan masih berpotensi terjadi di sebagian Sumatra, Kalimantan, Sulawesi bagian tengah dan selatan, Papua Pegunungan, dan Papua.
Potensi ini dipengaruhi oleh aktivitas Gelombang Rossby Ekuatorial dan Gelombang Kelvin, serta terbentuknya daerah perlambatan dan pertemuan angin di sekitar Sumatra, Laut Natuna, Selat Makassar, hingga perairan Maluku dan Papua.
Kondisi atmosfer yang cukup labil di sebagian Sumatra, Kalimantan, dan Papua juga mendukung terbentuknya awan hujan secara lokal.
Di sisi lain, peningkatan kecepatan angin di sejumlah wilayah juga perlu diwaspadai karena dapat memicu angin kencang, baik yang terjadi bersama pertumbuhan awan konvektif maupun akibat penguatan aliran angin dalam skala yang lebih luas.
(lom)
