PSEL Bogor Dibangun, 1.500 Ton Sampah Diolah Jadi Listrik Tiap Hari

CNN Indonesia
Kamis, 17 Sep 2026 19:44 WIB
Danantara Indonesia meresmikan fasilitas Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Bogor Raya 1 di Desa Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor pada Kamis (17/9).
Lokasi fasilitas Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Bogor Raya 1 di Desa Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor yang diresmikan Danantara pada Kamis (17/9). (Foto: Fata Zill)
Jakarta, CNN Indonesia --

Danantara Indonesia meresmikan fasilitas Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Bogor Raya 1 di Desa Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor pada Kamis (17/9). Fasilitas ini diklaim mampu mengelola hingga 1.500 ton sampah per hari dan mengolahnya menjadi energi listrik.

Proyek PSEL yang dikelola PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera) akan menggunakan teknologi moving grate incinerator dengan Air Pollution Control System (APCS), insinerator ramah lingkungan minim emisi yang disebut dapat mengurangi volume sampah secara signifikan dalam waktu singkat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pembangunan ini melibatkan lebih dari 60 tenaga ahli dan profesional dari berbagai latar belakang yang telah memiliki pengalaman pada berbagai proyek PSEL dalam negeri maupun internasional seperti di Malaysia, Thailand, China, Australia, Irlandia, Jerman, Kuwait.

Chief Investment Officer Danantara Pandu Patria Sjahrir memaparkan bahwa teknologi ini dirancang dengan standar lingkungan European Union Industrial Emissions Directive (EU IED), salah satu acuan pengendalian emisi industri yang paling ketat di dunia.

"Proyek ini ditargetkan mampu mengelola lebih dari 500 ribu ton sampah per tahun, menurunkan emisi dari TPA hingga 80 persen, serta mengurangi emisi karbon sekitar 640 ribu ton setara CO2 per tahun," ungkapnya dalam acara groundbreaking di Kabupaten Bogor, Kamis (17/9).

Dari sisi energi, Pandu mengklaim PSEL Bogor Raya 1 akan menghasilkan energi hijau yang dapat menyuplai lebih dari 100 ribu rumah masyarakat Bogor Raya. Selain itu, Danantara Indonesia juga tengah menyiapkan proyek PSEL Bogor Raya 2 yang berlokasi di kawasan Kayumanis, Kota Bogor.

Secara keseluruhan, proyek PSEL direncanakan untuk hadir di 17 titik mencakup 33 Kabupaten/Kota di Indonesia sebagai upaya mengatasi kedaruratan sampah secara nasional.

Nilai investasi PSEL Bogor Raya terhitung mencapai Rp2,8 Triliun dan diharapkan membuka 1.200 lapangan kerja hijau serta mengurangi 80 persen kebutuhan lahan TPA (Tempat Pembuangan Akhir).

Menteri Koordinator Bidang Pangan RI Zulkifli Hasan menyebut dampak lingkungan menjadikan pengelolaan sampah sebagai langkah darurat yang harus segera diselesaikan.

Selain sampah, dampak lingkungan pembangkit listrik batubara juga menjadi pertimbangan pengembangan proyek PSEL diprioritaskan.

"Dulu ada sekitar 160 aturan yang membuat prosesnya rumit, sekarang sudah kita pangkas menjadi tiga saja. Dengan begitu, proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik bisa berjalan lebih cepat dan memberikan manfaat bagi masyarakat," katanya.

(fta/lom)
placeholder