NASA Temukan Kawah Baru di Bulan, Lebarnya Sekitar 222 Meter

CNN Indonesia
Selasa, 22 Sep 2026 18:30 WIB
Satelit pengorbit Bulan milik NASA menemukan kawah baru di Bulan, yang diberi nama McGetchin, akibat tumbukan asteroid atau pecahan komet. (Foto: Arsip NASA)
Jakarta, CNN Indonesia --

Satelit pengorbit Bulan milik NASA menemukan kawah baru di Bulan akibat tumbukan asteroid atau pecahan komet. Menurut NASA, ini merupakan temuan kawah baru terbesar yang pernah ditemukan di tata surya. Tumbukan sebesar ini diperkirakan hanya terjadi di Bulan sekali setiap abad.

Diberi nama kawah McGetchin, kawah baru ini diperkirakan memiliki lebar 222 meter dengan kedalaman 43 meter.

Para peneliti menemukan kawah ini pertama kali pada tahun 2025 ketika membandingkan citra permukaan bulan dari Lunar Reconnaissance Orbiter (LRO). Dari hasil perbandingan sebelum dan sesudah, kawah ini terbentuk antara tanggal 11 April dan 22 Mei tahun 2024.

Dua studi mengenai temuan ini diterbitkan bersamaan di jurnal Science Advances pada 16 September. Satu studi berisi identifikasi kawah, dan satu yang lain meneliti dampaknya.

"Kawah McGetchin luar biasa karena merupakan kawah tumbukan baru terbesar yang telah diidentifikasi hingga saat ini," kata Tyler Powell, penulis utama salah satu studi tersebut, dikutip dari Space.com pada Jumat (18/9).

Kedua studi yang dipublikasikan mengungkapkan bahwa McGetchin tidak hanya berdampak pada pembentukan kawah seluas 222 meter tersebut.
Lunar Reconnaissance Orbiter Camera (LROC) menunjukkan adanya lapisan dari material lontaran di sekeliling kawah, kemudian Diviner Lunar Radiometer LRO menunjukkan anomali termal yang bahkan lebih luas.

Data Diviner menunjukkan titik dingin selebar kira-kira 7 kilometer di sekitar kawah dengan selisih 14-16 Fahrenheit (9-10 derajat Celsius) jika dibandingkan dengan permukaan sekitarnya selama malam.

Powell menjelaskan perbedaan suhu tersebut disebabkan oleh perubahan pada lapisan atas tanah Bulan karena benturan tersebut mengurangi kepadatan regolit sehingga kurang mampu menahan panas.

"Pembentukan kawah akibat tumbukan adalah salah satu proses yang paling umum dan penting di tata surya. Memahami bagaimana tumbukan memodifikasi permukaan dan sekitarnya penting untuk menafsirkan geologi dan sejarah Bulan," kata Powell.

Menurutnya, memahami bagaimana tumbukan memengaruhi sifat permukaan akan berguna untuk eksplorasi Bulan dan misi pendaratan di masa depan.

Bulan memang dipenuhi kawah tumbukan, tetapi sebagian besar sudah kuno dan telah mengalami perubahan akibat tumbukan berikutnya serta efek pelapukan ruang angkasa. Oleh karena itu, kondisi kawah McGetchin yang masih alami memberikan titik acuan berharga untuk memahami bagaimana kawah terbentuk dan berevolusi.

Lokasinya di sepanjang perbatasan antara dataran rendah Bulan yang lebih gelap dan tertutup basal serta dataran tinggi yang lebih terang menawarkan kesempatan kepada para ilmuwan untuk mempelajari bagaimana dampak tumbukan memengaruhi dua lingkungan geologis yang berbeda.

Satelit pengorbit Bulan milik NASA menemukan kawah baru di Bulan, yang diberi nama McGetchin, akibat tumbukan asteroid atau pecahan komet. (Foto: Arsip NASA)

Powell berpendapat, wahana jelajah (rover) atau misi berawak dapat membawa penelitian tersebut selangkah lebih maju dengan memeriksa fitur-fitur yang tidak dapat diamati secara penuh dari orbit.

"Pengamatan dari permukaan akan sangat berharga karena memungkinkan kita untuk menghubungkan apa yang kita lihat dan petakan dari orbit dengan perubahan skala kecil pada tekstur permukaan, distribusi material yang terlontar, dan sifat-sifat lain yang hanya dapat dipelajari secara detail dari permukaan," kata Powell.

Pemahaman tentang bagaimana benturan mengubah sifat fisik regolit juga dapat membantu para ilmuwan mengantisipasi interaksi rover, wahana pendarat, dan peralatan lainnya dengan permukaan bulan di masa mendatang.

(dmi)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK