Jatim 'Terpanggang' Puncak Kemarau, Kapan Mulai Diguyur Hujan?

CNN Indonesia
Selasa, 22 Sep 2026 16:00 WIB
Jawa Timur mengalami puncak musim kemarau akibat fenomena El Nino. BMKG prediksi hujan rendah hingga November, dengan curah hujan meningkat akhir 2026. (Foto: iStock/PraewBlackWhile)
Surabaya, CNN Indonesia --

Seluruh wilayah Jawa Timur saat ini berada di puncak musim kemarau. Kondisi ini dipicu oleh fenomena atmosfer El Nino berkategori sangat kuat yang diprediksi BMKG akan terus bertahan hingga awal 2027

Staf Analisa dan Prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Timur Firda Amalia mengonfirmasi bahwa Jatim sedang mengalami fase puncak kemarau.

"Kalau kemarin puncak musim kemarau diprediksi antara Agustus hingga September. Iya, jadi kita sedang berada di puncak musim kemarau," kata Firda saat dikonfirmasi, Selasa (22/9).

Firda menjelaskan, wilayah Jatim masih harus bersiap menghadapi cuaca kering. Intensitas hujan diprediksi belum akan beranjak dari kategori rendah hingga dua bulan ke depan.

"Kondisi cuacanya cukup kering, dan juga untuk beberapa waktu ke depan memang curah hujannya hingga November itu dari prediksi kami umumnya kategorinya rendah," ungkap Firda.

Berdasarkan data BMKG, curah hujan pada Oktober diperkirakan sangat minim, yakni hanya berkisar 0 hingga 50 milimeter per bulan. Hujan mulai merangkak naik pada November meski masih tergolong ringan di rentang 51 hingga 100 milimeter per bulan.

Firda mengatakan, peningkatan curah hujan yang masif diprediksi baru akan membasahi wilayah Jawa Timur pada penghujung tahun 2026.

"Nah, untuk bulan Desember itu mulai banyak hujannya, di BMKG masuk kategori menengah hingga tinggi, yaitu diprediksi sampai 300 - 400 milimeter per bulan," ucapnya.

Walau Jatim tengah didera puncak kemarau, Firda menyebut hujan masih berpeluang turun di sejumlah daerah tertentu. Anomali hujan di musim kering ini umumnya dipicu oleh faktor lokal seperti topografi pegunungan dan kelembapan udara yang tinggi.

Selain itu, faktor regional seperti gangguan gelombang Rossby atau Madden-Julian Oscillation (MJO) juga dapat memicu hujan secara tiba-tiba. 

(frd/dmi)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK