Apakah Air Hujan Buatan Hasil Modifikasi Cuaca Berbahaya? Ini Faktanya
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap hujan yang mengguyur sejumlah wilayah Jakarta dalam beberapa hari terakhir hasil operasi modifikasi cuaca. Lantas, apakah hujan hasil modifikasi cuaca berbahaya?
Menurut BMKG, air hujan hasil operasi modifikasi cuaca tidak berbahaya. BMKG memastikan OMC menggunakan bahan yang aman dan telah melalui berbagai kajian, serta tidak menyebabkan pencemaran air hujan.
"Faktanya, OMC menggunakan bahan yang aman dan telah melalui berbagai kajian, serta tidak menyebabkan pencemaran air hujan," kata BMKG dalam unggahannya di Instagram, Jumat (4/9).
BMKG menjelaskan, proses OMC menggunakan bahan Natrium Klorida (NaCl) yang sama dengan garam dapur. Perbedaannya pada tingkat kemurnian dan ukuran partikel supaya lebih efektif sebagai inti kondensasi dalam awan.
Natrium Klorida yang digunakan dalam OMC telah melalui berbagai kajian serta terbukti masih dalam ambang batas aman dan tidak menimbulkan dampak lingkungan yang signifikan. Bahan ini juga digunakan untuk mendukung penanggulangan bencana hidrometeorologi, pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta peningkatan cadangan air yang telah terbukti aman dan efektif.
OMC merupakan upaya untuk meningkatkan potensi hujan dengan cara menyemai awan. Baru-baru ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melakukan OMC karena ada dinamika atmosfer berupa Gelombang Kelvin yang sedang melintas di wilayah Jakarta dan Jawa Barat.
Lebih lanjut, BMKG menilai kualitas air hujan yang perlu diwaspadai bukan karena OMC, melainkan akibat partikel asap yang disebabkan oleh karhutla.
Asap dari karhutla disebut mengandung berbagai partikulat halus (PM2,5, PM10) dan senyawa lain yang terbawa di udara hingga ke awan. Ketika hujan turun, tetesan air pertama dapat membawa partikel-partikulat tersebut, sehingga kualitas air hujan pada awal turun hujan dapat kurang baik untuk langsung dikonsumsi.
Jika masayarakat ingin menggunakan air hujan tersebut, kata BMKG, maka perlu diolah terlebih dahulu. Caranya dengan mengendapkan air agar kotoran serta partikel mengendap, kemudian disaring menggunakan filter untuk mendapatkan air yang lebih bersih dan aman digunakan.
"Kualitas air hujan saat ini perlu diwaspadai bukan karena OMC, melainkan karena partikel asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terbawa di atmosfer," tambah BMKG.
(nad/dmi)