Peringatan Hari Bhakti Pos dan Telekomunikasi (Postel) ke-81 tahun 2026 diselenggarakan secara terpusat di Kantor Pusat PT Pos Indonesia, Kota Bandung, Minggu (27/9).
Terdapat serangkaian acara mulai dari penghormatan sejarah hingga penghargaan bagi pelaku industri digital.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu agenda utama dalam peringatan tahun ini adalah penyerahan plakat penghargaan kepada berbagai industri dan asosiasi telekomunikasi yang terus mendorong transformasi digital di Indonesia.
Penghargaan diserahkan satu per satu kepada ATSI, APJII, MASTEL, APJATEL, ASKALSI, ASIOTI, ASPIMTEL, PT Pos Indonesia, PANDI, IndoTelko, serta mitra teknologi global seperti Ericsson, ZTE, dan Huawei.
Sejarah Postel Indonesia
27 September diperingati sebagai Hari Bhakti Pos dan Telekomunikasi karena pada tanggal itu di tahun 1945, Angkatan Muda PTT (Post, Telegraph dan Telephone) mengambil alih Jawatan PPT dari militer Jepang di Kota Bandung.
Pengambilalihan dilakukan karena saat itu sudah lebih dari sebulan kemerdekaan Indonesia, jawatan PTT belum juga diserahkan Jepang ke Indonesia. Padahal peran pos, telekomunikasi, dan telegraph sangat penting saat itu.
Kantor Pusat PT Pos Indonesia di Bandung inilah yang direbut Angkatan Muda PTT saat itu sekaligus jadi saksi bisu sejarah perjuangan bangsa.
Kementerian Komunikasi Digital menyatakan Hari Bhakti Postel tahun ini mengangkat tema T3 yakni 'Terhubung, Tumbuh, dan Terjaga'.
"Peringatan Hari Bhakti Postel tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang sejarah perjuangan insan pos dan telekomunikasi, tetapi juga menjadi ruang untuk melihat perkembangan sektor komunikasi Indonesia yang terus beradaptasi dengan kemajuan teknologi," demikian keterangan tertulis Komdigi.
Frasa 'Terhubung' merujuk pada upaya memperkokoh konektivitas sekaligus mempererat relasi antarpemangku kepentingan di sektor pos, telekomunikasi, dan penyiaran. Relasi yang terjalin ini diharapkan mampu melahirkan interaksi sosial yang lebih sehat dan meningkatkan kontribusi bagi negara.
Sementara frasa 'Tumbuh' menggambarkan semangat untuk senantiasa berkembang dan melahirkan inovasi baru. Semangat ini juga diarahkan agar sektor komunikasi dapat memberi sumbangsih nyata bagi masyarakat dan pembangunan bangsa.
Unsur 'Terjaga' menitikberatkan pada upaya merawat keberlangsungan ekosistem digital dalam jangka panjang. Aspek yang perlu dirawat meliputi kesehatan, mutu kehidupan, hingga hubungan antarsesama manusia di era digital.
Ketiga unsur dalam tema T3 tersebut pada dasarnya membentuk satu kesatuan yang tak terpisahkan. Konektivitas yang dibangun diharapkan menjadi fondasi bagi pertumbuhan, sekaligus menjamin keberlangsungan ekosistem komunikasi di Tanah Air.
(csr/bac)


