Pemerintah Komitmen Lanjutkan Semangat Veteran Postel di Era Digital

Bhakti Postel | CNN Indonesia
Senin, 28 Sep 2026 13:04 WIB
veteran di Peringatan Hari Bhakti Pos dan Telekomunikasi (Postel) ke-81 di Bandung
Puncak peringatan Hari Bhakti Pos dan Telekomunikasi (Postel) ke-81 digelar di Kantor Pusat PT Pos Indonesia, Kota Bandung, pada Minggu (27/9). (Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) menyampaikan penghormatan kepada para pendahulu dan sesepuh sektor pos dan telekomunikasi dalam peringatan Hari Bhakti Pos dan Telekomunikasi (Postel) ke-81 pada Minggu (27/9).

Apresiasi itu disampaikan langsung oleh Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) di Kantor Pusat PT Pos Indonesia, Bandung, Jawa Barat. Menurutnya, pemerintah berkewajiban memastikan semangat perjuangan para veteran tetap hidup di tengah tantangan zaman.

"Kepada para pendahulu dan sesepuh postal, kami menyampaikan penghormatan setinggi-tingginya dan rasa terima kasih atas fondasi yang telah dibangun," ujar Angga.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada saat bersamaan, ia juga menyampaikan penghargaan kepada seluruh insan postal masa kini atas kerja, pengorbanan, dan dedikasi yang diberikan.

Peringatan ini berakar pada peristiwa 27 September 1945, ketika para pemuda Indonesia mengambil alih Kantor Pusat Jawatan Pos, Telegraf, dan Telepon (PTT) di Bandung dari pemerintah pendudukan Jepang.

Angga menilai, peristiwa itu meninggalkan pesan yang tetap relevan hingga saat ini, yakni bahwa infrastruktur vital telekomunikasi merupakan bagian penting dari kedaulatan bangsa.

Delapan dekade kemudian, bentuk perjuangan itu berubah. Pemerintah tidak lagi berhadapan dengan persoalan merebut sarana komunikasi, melainkan tantangan untuk membangun dan memanfaatkan teknologi digital.

"Hari ini bentuk perjuangannya berubah, kita tidak lagi berjuang mengambil alih sarana komunikasi. Tugas kita sekarang adalah memastikan Indonesia mampu membangun, menguasai, dan memanfaatkan kemajuan digital untuk kepentingan bangsa dan negara," katanya.

Semangat itu dibawa ke tema peringatan tahun ini yang bertajuk Konektivitas Digital untuk Indonesia Berdaulat. Angga menyebut, di tengah digitalisasi yang tak terhindarkan, kekuatan sebuah bangsa turut ditentukan oleh kemampuan mengelola ruang digital dan memastikan kemajuannya bermanfaat bagi seluruh rakyat.

Karena itu, ukuran pembangunan digital tidak boleh berhenti pada luas jaringan menjangkau masyarakat.

"Yang perlu terus kita tanyakan bukan hanya seberapa jauh Indonesia telah terhubung, tetapi apa yang berubah setelah masyarakat itu terhubung," tutur Angga.

Ia mencontohkan sejumlah pertanyaan yang masuh perlu dijawab, seperti apakah anak-anak memperoleh akses belajar yang lebih baik untuk anak-anak, pasar yang lebih luas untuk UMKM, layanan publik yang baik bagi masyarakat, dan secara keseluruhan, teknologi yang membuka lebih banyak kesempatan untuk meningkatkan kesejahteraan.

Angga menegaskan, transformasi digital harus dibangun secara utuh, dengan tiga unsur yang berjalan bersama. Pertama, konektivitas yang merata dan berkualitas. Kedua, ruang untuk tumbuh lewat peluang ekonomi dan inovasi. Ketiga, ekosistem digital yang aman dan terpercaya.

Untuk itu, dalam upaya mewujudkannya, Angga mendorong seluruh ekosistem postal memperkuat kolaborasi dan menjalankan perannya masing-masing. Ia mengingatkan, teknologi akan terus berubah dan berkembang, tetapi semangat pengabdian kepada bangsa tidak boleh berubah.

"Kedaulatan digital tidak dibangun pemerintah sendirian, pemerintah menyiapkan arah dan ekosistemnya, industri menghadirkan investasi dan inovasi, sementara seluruh insan postal memastikan teknologi benar-benar hadir dan bekerja untuk masyarakat," pungkas Angga.

(rea/rir)
placeholder