Bukan Fitur, Ini Alasan Utama Pengguna Pilih Aplikasi Bank

CNN Indonesia
Rabu, 30 Sep 2026 11:30 WIB
Beberapa aplikasi bank digital yang ada di Indonesia
Survei Ipsos menunjukkan kecepatan transaksi dan stabilitas sistem lebih penting daripada fitur dalam aplikasi bank digital. (Foto: CNN Indonesia/Ryan Hidayatullah)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sebuah survei terbaru mengungkap fitur bukan bagian paling penting ketika pengguna memilih aplikasi bank digital, melainkan kecepatan transaksi dan stabilitas sistem.

Survei Ipsos Indonesia menunjukkan 71 persen responden menyebut proses transaksi yang mudah dan cepat sebagai salah satu faktor utama yang mendorong penggunaan layanan dan aplikasi bank digital.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, 66 persen responden mempertimbangkan kelengkapan produk dan fitur transaksi, serta 61 persen menilai pentingnya aplikasi yang mudah digunakan.

Kemudian, sebanyak 57 persen responden menyebut proses pembukaan rekening yang sederhana sebagai faktor pendorong penggunaan aplikasi bank digital.

Temuan tersebut menempatkan pengalaman pengguna sebagai bagian penting dalam pengembangan aplikasi perbankan. Selain menyediakan fitur, aplikasi perlu memudahkan pengguna menjalankan proses transaksi.

Managing Director Ipsos Indonesia Hansal Savla mengatakan pengalaman menggunakan aplikasi bank digital mencakup sejumlah aspek, mulai dari kecepatan transaksi dan stabilitas sistem hingga kemudahan antarmuka.

"Seiring semakin terintegrasinya bank digital dengan aktivitas finansial sehari-hari, pengguna bank digital tidak hanya membutuhkan akses terhadap layanan perbankan secara digital, tetapi juga pengalaman yang mudah, cepat, stabil, dan dapat diandalkan," ujar Hansal dalam keterangan tertulis, Minggu (27/9).

"Karena itu, performa aplikasi dan kemudahan penggunaan menjadi bagian penting dalam membentuk pengalaman pengguna terhadap sebuah layanan bank digital," lanjutnya.

Kebutuhan terhadap aplikasi yang andal berjalan seiring dengan meningkatnya penggunaan layanan pembayaran digital.

Berdasarkan data Bank Indonesia, volume transaksi pembayaran digital mencapai 5,50 miliar transaksi pada Juli 2026, tumbuh 28,69 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Transaksi melalui internet dan aplikasi mobile masing-masing tumbuh 9,39 persen dan 24,25 persen secara tahunan. Sementara itu, transaksi QRIS meningkat 82,42 persen yang didukung pertambahan pengguna dan merchant.

Dalam penggunaan yang semakin rutin, kecepatan respons aplikasi dan kelancaran proses transaksi menjadi bagian dari penilaian konsumen terhadap layanan bank digital. Kemudahan antarmuka juga menjadi perhatian, selain kelengkapan fitur yang tersedia.

Dalam survei tersebut, Ipsos menyebut SeaBank menjadi bank dengan performa paling memuaskan.

Selain performa, kemudahan memahami tampilan aplikasi turut menjadi bagian dari pengalaman pengguna. Pada atribut ini, SeaBank mendapat respons positif 56 persen, disusul Allo Bank 52 persen, dan Bank Jago 50 persen.

"Preferensi konsumen terhadap bank digital terus berkembang seiring semakin beragamnya kebutuhan transaksi sehari-hari. Ketika aplikasi menjadi bagian dari aktivitas finansial yang semakin rutin, pengalaman yang mudah, cepat, stabil, dan dapat diandalkan jadi semakin relevan dalam membangun pengalaman konsumen terhadap layanan digital banking," tutup Hansal.

(lom)
placeholder